Sungai Dangkal dan Banjir Tak Kunjung Usai, Warga di Purangi Harap Ada Penanganan Dari Pemkot Palopo
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Warga RW 4, Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, tepatnya di wilayah Salanka, mengeluhkan kondisi sungai yang mengalami pendangkalan dan memicu banjir setiap musim hujan. Akibatnya, jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh warga kerap hanyut dan akses penghubung antarwilayah terputus.
Keluhan itu disampaikan Darwis, warga setempat, yang menilai kondisi sungai di wilayahnya sudah lama membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Ia menyebut, saat curah hujan meningkat, air sungai dengan cepat meluap karena tidak mampu lagi menampung debit air.
“Itu sungai yang di daerahki masuk bah, dangkal sekali. Baru kalau musim hujan banjir terus. Air cepat sekali naik karena memang sudah tidak dalam lagi itu sungai,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, pendangkalan sungai membuat aliran air tidak lancar. Sedikit saja hujan deras turun, air langsung meluber ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
“Karena sampai teras rumah air, sudah terlalu dangkal sungai. Setiap hujan deras pasti was-was, takut air masuk lebih jauh lagi ke dalam rumah,” katanya.
Tak hanya mengancam rumah warga, kondisi tersebut juga berdampak pada akses penghubung yang selama ini hanya mengandalkan jembatan darurat dari batang pohon. Jembatan itu dibuat secara gotong royong oleh warga setempat.
“Kami ji yang selalu gotong royong cari pohon kepala dipake bikin jembatan ke sebelah. Tidak ada bantuan, jadi inisiatif sendiri supaya bisa lewat. Tapi kalau banjir datang, hanyut lagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi itu terjadi hampir setiap tahun tanpa ada penanganan permanen. Warga berharap ada normalisasi sungai atau pembangunan jembatan permanen agar persoalan banjir dan akses terputus tidak terus berulang.
“Setiap musim hujan pasti hilang ini jembatan. Sudah berkali-kali begitu, jadi kami berharap ada perhatian supaya tidak terus begini tiap tahun,” imbuhnya.




Tinggalkan Balasan