Sekdes Pompengan Tengah Diserang OTK di Walenrang Timur, GP Ansor Luwu Desak Polisi Ungkap Pelaku

Gie

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Aksi penyerangan terhadap Sekretaris Desa Pompengan Tengah yang juga merupakan pengurus PC GP Ansor Luwu, Aliamsa, terjadi di Dusun Likila, Desa Kendekan, Kecamatan Walenrang Timur, Luwu. Insiden itu dilakukan orang tak dikenal (OTK) saat korban melintas menggunakan mobil.

Insiden bermula ketika Alamri dalam perjalanan menuju Kota Palopo pada Sabtu (15/11) sekitar pukul 01.30 Wita. Dari kejauhan, ia melihat pengendara motor yang berhenti tanpa menunjukkan gerak mencurigakan, namun dalam hitungan detik situasi berubah drastis.

“Sekitar lima meter sebelum berpapasan, pengendara motor itu berhenti. Tidak ada gerakan aneh. Tapi tiba-tiba ia turun dan berjalan ke arah mobil sambil mengangkat parang,” kata Alamri, Senin (17/11/2025).

Pelaku memukul kaca sisi pengemudi hingga pecah dan menyebabkan pipi kiri korban membengkak. Alamri kemudian tancap gas untuk menyelamatkan diri dari serangan tersebut.

Usai memastikan lewat kaca spion, ia tidak menemukan lagi keberadaan kendaraan pelaku sehingga sulit untuk mengidentifikasi ciri-cirinya.

Dari rekaman CCTV yang sempat dilihat warga, pelaku diduga seorang laki-laki berbadan kurus, memakai helm standar, jaket loreng, dan celana putih, mengendarai motor Honda Vario hitam.

Hingga kini motif penyerangan belum diketahui. Kerusakan hanya terjadi pada kaca mobil bagian kiri serta luka memar pada wajah korban.

Setelah mengetahui adanya penyerangan terhadap perangkat desa, PC GP Ansor Luwu langsung menyampaikan sikap tegas. Ketua PC Ansor Luwu, Sunaryo menilai kejadian ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa.

“Kami sangat mengutuk keras aksi brutal seperti ini. Terlebih yang menjadi korban adalah perangkat desa yang sedang menjalankan aktivitasnya. Ini tindakan pengecut yang meresahkan,” kata Sunaryo.

Ia melanjutkan bahwa GP Ansor menilai penting bagi aparat bertindak cepat karena kasus seperti ini dapat menimbulkan ketakutan di masyarakat jika dibiarkan berlarut.

“Kami mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku secepatnya. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman untuk sekadar melintas di jalan umum,” tegasnya.

Sunaryo mengimbauan agar warga tetap tenang namun tetap waspada, sambil mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang namun tetap waspada. Biarkan polisi bekerja, dan kami berharap pelaku dapat segera ditangkap untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!