Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah, Soal Kualitas Bukan Seremonial
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Program Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah yang diinisiasi pemerintah kembali menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Salah satu warga Palopo, Andis Halim, menilai bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan seharusnya tidak dibatasi oleh momentum seremonial semata, tetapi lebih pada kualitas kehadiran dan hubungan emosional yang terbangun dengan anak.
“Saya kira tidak ada yang salah dari program ini. Tapi yang perlu dipahami, keterlibatan ayah itu sebenarnya tidak terbatas hanya pada soal waktu hadir atau tidak hadir,” kata Andis, Sabtu (13/7/2025).
Menurutnya, peran ayah dalam tumbuh kembang anak mencakup lebih dari sekadar mengantar ke sekolah. Ada dimensi emosional dan sosial yang justru lebih penting dibangun secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Keterlibatan itu soal kualitas interaksi dan perhatian. Ayah punya peran penting secara fisik, emosional, maupun sosial dalam kehidupan anak,” ujarnya.
Andis juga menyebut bahwa figur ayah idealnya menjadi pelindung dan pemberi rasa aman bagi anak, bukan sekadar hadir saat momen tertentu saja.
“Ayah itu pelindung, sekaligus tempat anak mencari pelipur lara. Perannya besar, tapi tidak harus selalu ditunjukkan dalam bentuk seremonial,” tambahnya.
Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya kerja sama antara ayah dan ibu dalam mendidik anak. Ia menilai bahwa pengasuhan anak bukan tanggung jawab satu pihak saja.
“Idealnya dalam mendidik anak itu ada kerja sama antara ayah dan ibu. Saling melengkapi, karena masing-masing punya fungsi yang berbeda tapi penting,” katanya.
Ia pun mengakui bahwa dalam realitasnya, tidak semua keluarga bisa menghadirkan sosok ayah secara langsung karena berbagai kondisi, seperti meninggal atau bekerja di luar kota.
“Kalau memang tidak memungkinkan ada sosok ayah, ya ibu atau wali bisa merangkap peran itu. Ini hal yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Soal kekhawatiran terhadap anak-anak yatim atau mereka yang tidak memiliki figur ayah, Andis menilai itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
“Banyak anak yang tetap tumbuh kuat dan bahagia meski tanpa ayah. Jadi menurut saya, kondisi seperti itu tidak akan banyak mempengaruhi selama ada kasih sayang yang cukup,” tutupnya.




Tinggalkan Balasan