Kabupaten Luwu Memperkenalkan Inovasi Sistem Terintegrasi untuk Proses Pensiun ASN

Luwu16200 views

LUWU, INDEKS MEDIA – Pensiun adalah tahap akhir dalam karir seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan merupakan momen penting yang menandai penghargaan atas pengabdian mereka. ASN yang memasuki masa pensiun berhak mendapatkan jaminan pensiun dan jaminan hari tua.

Untuk mendapatkan hak tersebut, ASN diminta mengumpulkan berkas usul pensiun agar bisa diproses dan mendapatkan Surat Keputusan (SK) Pensiun sebagai bukti tertulis.

Namun, proses pengumpulan berkas secara fisik ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu seringkali menyulitkan ASN, terutama yang berada jauh dari kantor BKPSDM, seperti dari daerah Bastem, Latimojong, atau Walmas. ASN tersebut harus mengeluarkan biaya tambahan untuk datang beberapa kali ke kantor guna melengkapi berkas yang diperlukan.

Menanggapi masalah ini, BKPSDM Kabupaten Luwu meluncurkan inovasi baru berupa Penyederhanaan Proses Bisnis Pemberhentian ASN melalui Sistem Terintegrasi. Raehana Rahman, Kepala Bidang Pengadaan dan Pemberhentian Pegawai BKPSDM Luwu, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk meringankan beban ASN yang mengajukan pensiun.

“Kita berangkat dari masalah yang ada, banyak ASN datang dari jauh, misalnya Bastem, Latimojong, atau dari Utara arah Walmas. Kadang harus datang 2 hingga 3 kali untuk melengkapi berkas kebutuhannya. Tentu mereka banyak mengeluarkan biaya, sehingga kita berinovasi, supaya bisa meringankan beban-beban para ASN ini,” kata Raehana Rahman.

Dengan inovasi ini, calon pensiunan ASN tidak perlu lagi berkunjung ke BKPSDM untuk menyerahkan berkas fisik. Mereka cukup mengirimkan scan berkas yang dibutuhkan melalui Sistem Informasi Kepegawaian (SISKA) di perangkat daerah masing-masing. BKPSDM akan mengelola data di SISKA yang terintegrasi dengan SIASN BKN untuk usulan pemberhentian ASN.

Saat ini, layanan pengajuan pensiun online melalui SISKA masih dalam tahap uji coba. “Belum diresmikan, tapi saat ini kita sudah mulai tahap uji coba,” tambah Raehana.

Inovasi ini merupakan bagian dari implementasi manajemen ASN dan SMART ASN. Penyederhanaan melalui sistem terintegrasi ini diharapkan dapat memperbaiki manajemen kepegawaian, memangkas proses bisnis layanan kepegawaian, serta mendorong terciptanya organisasi yang fleksibel dan berorientasi pada hasil, profesionalitas, transparansi, dan kompetensi.

Dengan kolaborasi antar dan intra unit organisasi melalui sistem terintegrasi, diharapkan dapat terwujud output yang akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *