Dianggap Berjasa Jaga Tana Luwu, Komandan Danyon D Brimob Polda Sulsel Diberi Gelar Adat

News, Palopo50200 views

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Komandan Batalyon (Danyon) D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Muhammad Agus resmi menyandang gelar adat Kedatuan Luwu. Penyerahan gelar adat itu dilakukan di Istana Kedatuan Luwu, Rabu 21 Mei 2024.

“Selama ini, kami banyak berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan utamanya di kedatuan luwu dan kami mempunyai tanggung jawab karena kami merasa bahwa kami adalah wija to luwu” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Kompol Muhammad Agus sedikit mengulik tentang sejarah panjang kerajaan Luwu dan Bone.

Dirinya menjelaskan Perjanjian singkat antara raja Bone dan datu Luwu pada abad ke-17 yang di sebut “Ulu Ada” yang naskahnya dikenal dengan nama “Polo malelae ri unyyi”.

“Salah satu bunyi perjanjiannya yaitu ‘malilu sipakaingekki, marebba sipatokkokki, dua ata seddi puang, gau’na bone gau’nani luwu, mangur ja’ manguru deceng’. Kita saling mengingatkan jika ada diantra kita yang khilaf, kita saling dukung bila ada diantara kita mengalami keruntuhan, walaupun terdapat 2 rakyat namun hanya satu raja. Perbuatan bone juga perbuatan Luwu, perbuatan Luwu juga perbuatan bone. Sepemahaman dalam kejelekan dan setia pada kebaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja mengatakan Gelar yang diberikan kepada kepala Danyon Brimob ini adalah buah dari pengabdiannya terhadap tana Luwu.

“Pemberian gelar kepada Danyon AKP Muhammad Agus ini diberikan karena sejak awal M. Agus datang di Luwu telah menunjukkan dedikasinya kepada masyarakat Luwu. Setiap gerakan-gerakan pasti beliau diminta ataupun tidak pasti selalu ada turun tangan dari anggotanya, sehingga dewan adat XII melakukan rapat lalu mengajukan kepada Datu Luwu tentang rencana pemberian gelar ini dan Alhamdulillah Datu Luwu setuju sehingga rapat dewan XII kembali dilakukan,” ucapnya.

Gelar adat yang diberikan kepada Kepala Danyon Brimob tersebut adalah Pekkeng to pallawa Li puli ri Luwu. Pekkeng sendiri memiliki arti Prajurit atau pasukan yang mencerminkan sosok Kompol Muhammad Agus sebagai sosok abdi negara.

To Pallawa Lipu bermakna orang yg menjaga atau melindungi negeri ini. Sementara ri luwu memiliki makna di tana luwu karena gelar tersebut diberikan oleh Kedatuan Luwu.

Lebih lanjut Maddika Bua mengungkapkan pemberian gelar adat kedatuan Luwu sendiri sudah beberapa kali dilakukan. Termasuk pada beberapa pemimpin negara salah satunya Megawati soekarno Putri. (cia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *