Terlilit Utang, Pria Asal Makassar Tewas Gantung Diri di Rumah Kerabat di Rampoang Palopo
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Warga Jalan Lereng Gunung, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo, digegerkan dengan mayat seorang lansia yang ditemukan tewas dalam posisi tergantung, Minggu sore (19/04/2026).
Korban biasa dipanggil Pata (62), warga asal Kota Makassar yang sedang berada di rumah kerabatnya di Palopo.
Jenazah ditemukan di bagian luar gudang penyimpanan barang rongsokan, hanya berjarak sekitar satu meter dari dinding rumah tempat ia tinggal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, diduga korban terlilit masalah utang hingga nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Kejadian bermula sekitar pukul 17.10 Wita, saat korban masih terlihat berbincang santai dengan kakak iparnya, Mardi Saleh (65).
Dalam percakapan itu, Pata menyampaikan keinginannya untuk segera kembali ke Makassar pada malam yang sama.
“Rencananya saksi akan mengantar korban ke Terminal Palopo. Namun saat dicari sekitar pukul 17.37 Wita, korban sudah tidak berada di dalam rumah,” ujar Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki.
Merasa curiga, Mardi kemudian mencari ke area sekitar rumah. Betapa terkejutnya ia saat menemukan tubuh adik iparnya sudah tergantung menggunakan kabel hitam yang diikatkan pada balok kayu.
Polisi yang tiba dan memasang garis keamanan (police line), suasana sempat tegang. Seorang keponakan korban yang berprofesi sebagai dosen, Indra Amanah (37), nekat menerobos garis tersebut dengan harapan pamannya masih bisa diselamatkan.
Keluarga segera membawa korban ke RSUD Sawerigading Rampoang menggunakan ambulans. Namun upaya tersebut sia-sia. Setibanya di rumah sakit pada pukul 18.00 Wita, tim medis memastikan korban telah meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis dan identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Luka yang terlihat murni merupakan bekas jeratan di leher.
“Menurut keterangan saksi, korban sempat bercerita memiliki masalah utang piutang. Bahkan, sebelumnya sempat didatangi oleh penagih utang,” jelas Marsuki.
Hal senada juga disampaikan Kapolsek Wara Utara, Ipda Robert Pakiding Danduru Sampeallo, yang menyebutkan korban mengalami tekanan batin akibat masalah tersebut.
“Korban mengalami depresi karena terlilit utang. Korban sering mengeluh dengan kerabatnya Mardi Saleh dan adiknya masalah utang tersebut,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak keluarga telah menyatakan keikhlasannya menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak melakukan proses autopsi.(Andri)




Tinggalkan Balasan