Dibiarkan Bertahun-tahun, Jalan Menuju Wisata Kambo Palopo Nyaris Putus
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kondisi jalan poros di Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, kian memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kerusakan parah hingga amblas dan berlubang, bahkan dikhawatirkan bisa putus jika tidak segera ditangani. Jalan ini merupakan akses penting menuju kawasan wisata Kambo yang masuk dalam 50 Anugerah Desa Wisata di Indonesia.
Tokoh Pemuda Kambo, Aswin Sakke, menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pemerintah. Ia menyebut, kerusakan jalan bahkan telah terjadi sejak sebelum pergantian pejabat wali kota, namun hingga kini belum menunjukkan adanya perbaikan signifikan.
“Harapannya agar segera ada perhatian dari pemerintah kota palopo. karena ini jalan sebelum pergantian pejabat walikota, mulai 2022 sudah begini tapi tidak ada sama sekali perhatian. Lagi-lagi ini jalan poros destinasi wisata di kelurahan kambo yang menyambungkan jalan ke kelurahan battang tembus toraja,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya ruas jalan tersebut sebagai akses utama menuju destinasi wisata, sekaligus jalur penghubung antarwilayah yang cukup vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Kondisi kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dinilai sangat merugikan.
“Saya sebagai pemuda pemerhati kampung sangat menyayangkan dan miris melihat kondisi jalan poros yang ada di kelurahan kambo. Ketika musrenbang selalu diangkat dan disampaikan tapi sampai sekarang belum ada tanggapan serius dari pemerintah termasuk pengawasan DPRD kota palopo,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan tersebar di beberapa titik yang kondisinya cukup parah dan membutuhkan penanganan segera. Selain itu, persoalan drainase juga disebut turut memperparah kerusakan jalan di kawasan tersebut.
“Dan sejumlah titik di jalan poros kambo juga sudah banyak mengalami hal sama butuh pembenahan, termasuk drainase. Ini sudah lama juga dikeluhkan masyarakat di kambo, ada sekitar 4 titik yang parah termasuk di bawah jembatan sudah kropos berlubang terkikis tanahnya,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan bahwa jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan berpotensi semakin parah hingga menyebabkan akses terputus. Kondisi bagian bawah aspal yang sudah terkikis membuat badan jalan tidak lagi memiliki penyangga yang kuat.
“Kalau pemerintah kota palopo tidak segera menanggapi masukan kami sebagai masyarakat, kemungkinan kami akan lakukan lagi penggalangan dana di masyarakat untuk melakukan gotong royong untuk segera melakukan pengecoran secara swadaya,” jelasnya.
Menurutnya, langkah swadaya tersebut terpaksa dipertimbangkan karena kekhawatiran akan kondisi jalan yang terus memburuk jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan dari pihak terkait.
“Karena kalau dibiarkan dan terlalu lama menunggu takutnya jalan akan putus karena di bawahnya aspal sudah terkikis tanahnya tidak ada lagi penyangga aspal,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan