Data Pelanggan Ungkap Kondisi Perumda TM Palopo, Seleksi Direksi Tetap Jalan

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Proses seleksi direksi Perumda Tirta Mangkaluku (TM) Palopo terus berjalan di tengah sorotan terhadap kondisi riil perusahaan daerah tersebut. Sejumlah data terbaru justru mengungkap masih adanya persoalan mendasar, mulai dari jumlah pelanggan yang belum memenuhi target hingga tingginya angka pelanggan non-aktif.

Kepala BKPSDM Palopo, Ilham Hamid, menegaskan bahwa dalam situasi apapun, proses seleksi tidak bisa dilepaskan dari aturan yang berlaku. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berpegang pada regulasi sebagai dasar pelaksanaan seluruh tahapan agar tidak menyalahi ketentuan yang ada.

“Proses seleksi ini tetap merujuk Permendagri No.23/2024,” ujar Ilham.

Berdasarkan data Perumda TM per Februari 2026, total pelanggan tercatat sekitar 45.742 sambungan, dengan pelanggan aktif hanya 40.815. Artinya, masih terdapat sekitar 4.927 pelanggan non-aktif. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya menghadapi tantangan penambahan pelanggan baru, tetapi juga optimalisasi pelanggan lama yang belum terlayani secara maksimal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa posisi Perumda TM Palopo hingga saat ini memang masih berada dalam kategori perusahaan daerah skala kecil. Secara regulasi, klasifikasi ini sangat menentukan struktur organisasi, termasuk jumlah direksi yang diperbolehkan.

“Perumda TM Palopo saat ini masih dalam kategori Perumdam kecil karena jumlah pelanggannya belum mencapai angka 50.001. Dengan ketentuan ini, semestinya hanya satu direksi,” jelasnya.

Di sisi lain, tekanan terhadap layanan justru semakin besar. Data dan keterangan yang dihimpun menunjukkan bahwa jumlah pelanggan terus mengalami peningkatan signifikan dan sudah mendekati batas kategori berikutnya. Ditambah lagi, antrean calon pelanggan yang belum terlayani juga terbilang tinggi.

“Namun, jumlah pelanggan Perumda TM Palopo saat ini sudah mencapai angka 47.000 lebih, dimana daftar tunggu calon pelanggan yang akan dilayani mencapai angka 7.000,” ungkapnya.

Kondisi ini memperlihatkan adanya ketimpangan antara kapasitas layanan dan kebutuhan masyarakat. Ribuan calon pelanggan masih harus menunggu, sementara di sisi lain masih ada ribuan pelanggan yang justru tidak aktif. Situasi ini dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen.

Ilham menyebut, manajemen saat ini tengah berupaya mengejar ketertinggalan tersebut dengan mempercepat pelayanan sambungan baru sekaligus menggenjot capaian jumlah pelanggan agar segera menembus batas kategori sedang.

“Manajemen Perumda TM Palopo saat ini berupaya melayani daftar tunggu yang mencapai 7.000 itu, sehingga dalam dua bulan jumlah pelanggan Perumda TM Palopo bisa mencapai 50.001, bahkan lebih sehingga menjadi Perumda sedang yang aturannya tiga direksi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!