RSUD Sawerigading Ngaku Peroleh Rp 55 Juta Tiap Bulan dari Parkir, Aris Munandar: Rakyat Mengeluh

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Ketua komisi A DPRD Kota Palopo, Aris Munandar mencecar Direktur RSUD Sawerigading Palopo setelah banyaknya keluhan masyarakat terkait biaya parkir yang begitu mahal.

Hal tersebut disampaikan Aris Munandar saat pembahasan Laporan Realisasi Semester 1 dan Prognosis 6 bulan berikutnya APBD 2025 di Gedung DPRD Palopo pada Senin (21/7/2025).

Pada moment itu, Direktur RSUD Sawerigading Palopo, Rismayanti Amran Tandjung awalnya menjelaskan terkait pemasukan biaya parkir yang diperoleh rumah sakit, ia menyebut mampu memperoleh Rp 55 juta setiap bulannya.

Namun Rismayanti mengaku rumah sakit hanya menerima sebesar Rp 10 juta, karena lahan tersebut telah dikelola oleh pihak ketiga.

“Sudah ada MoUnya dengan pihak ketiga. Dalam kontrak terdapat 2 jeni pemasukan ke kami. Pertama, income tetap 10 juta perbulan, kedua pendapatan bagi hasil dibagi 40 60, di MoUnya itu dilakukan apabila pemasukan melebihi dari 55 juta perbulan, akan diberi 40 orang ke rumah sakit,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Aris Munandar menilai pemberian tanggung jawab parkir kepada pihak ketiga adalah sesuatu yang kurang tepat.

Dia mengungkapkan, keuntungan RSUD dan daerah dari MoU pihak ketiga tersebut sangatlah kecil.

“Dalam reses kemarin banyak warga yang keluhkan terkait tarif per jam yang diterapkan pada parkiran rumah sakit, rakyat menderita soal itu, ternyata keuntungan daerah akibat hal itu juga sedikit,” tegas Aris.

“Mungkin pihak rumah sakit tidak dengar karena tidak ada yang ke reses waktu itu ibu direktur,” tambahnya.

Aris secara tegas mengusulkan, pihak RSUD segera mengkaji kembali terkait MoU-nya dengan pihak parkir tersebut.

Menurutnya, pengelolaan parkir secara mandiri nantinya dapat berpotensi menambah pemasukan rumah sakit dan APD Kota Palopo.

“Mungkin kalau ini rumah sakit swasta, kita pasti ramai-ramai mau kelola pribadi parkirnya. Hanya sajakan ini milik pemerintah, jadi kesannya ogah-ogahan kan,” jelasnya.

“Itu uang masyarakat Palopo semua, masa setipis itu yang menjadi keuntungan daerah. Saya rasa kalau kita mau cari orang yang bantu kelola parkiran tanpa pihak ketiga itu tidak susah kalau di Palopo,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!