Tak Difungsikan, Lahan Hibah Unanda di Walmas Terancam “Dicabut”

* Tokoh Pemuda Minta Pemda Luwu Tinjau Ulang

WALMAS,INDEKSMEDIA.ID – Awalnya dipaksakan. Bahkan dengan menempuh segala macam cara hingga terjadi kontak fisik dengan masyarakat.

Sayang, keinginan menggebu-gebu soal pembangunan Kampus Unanda di Walmas, Kabupaten Luwu saat ini seperti tinggal kenangan.

Lahan yang berlokasi di Desa Bara Mamase dan Kaliba Mamase Kecamatan Walenrang tersebut, statusnya sudah dihibahkan Pemda Luwu ke pihak Unanda.

Namun, jika tak segera difungsikan maka status hibah lahan tersebut terancam dicabut.

Seperti itulah yang diutarakan salah satu Tokoh Pemuda Walmas, Bayu Purnomo, kepada Indeksmedia, menanggapi belum difungsikannya lahan tersebut oleh pihak Unanda.

Bayu Purnomo, yang merupakan salah satu penggerak massa pembentukan Kabupaten Luwu Tengah (Luteng) tersebut meminta kepada Pemda Luwu, agar kiranya meninjau ulang kembali lahan hibah yang ada di kampung kelahirannya.

“Kurang lebih 10 tahun Pemda Luwu menghibahkan tanah tersebut yang mana diketahui sebelumnya menuai polemik saat pembebasannya. Yaitu penolakan dari warga sekitar yang selama ini menggarap areal tersebut sebagai lahan pertanian (persawahan) yang merupakan penghasilan utama mereka sejak di tahun 2017 silam,” kata Bayu, Kamis (23/04/2026).

Namun ironisnya, sambung Bayu sampai hari ini lahan tersebut tidak juga di manfaatkan pihak Universitas Andi Djemma (Unanda), untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan.

“Padahal saat pembebasannya pihak Unanda terkesan memaksakan kehendak dimana diketahui menjelang warga akan panen hasil persawahan mereka, justru masuk dan ingin memaksakan pembangunan,” terang Bayu mengenang tragedi tersebut.

Salah satu yang melatar belakangi pihak Unanda terburu-buru mengeksekusi lahan tersebut, lanjut Bayu adalah sebagai salah satu prasyarat kesiapan Unanda agar disegerakan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Dan kami yakin atas dasar tersebut Pemda Luwu pun mensuport dan saya pribadi juga sangat bersyukur jika ada perguruan Tinggi apa lagi dengan status Negeri di Walmas. Namun ada hal yang kontras yaitu sampai hari ini Unanda tak kunjung menjadi PTN, artinya ini lahan tersebut di biarkan tidak produktif. Alasan inilah mengapa saya minta kepada Pemda agar meninjau ulang kembali status lahan tersebut,” bebernya.

Olehnya itu sebagai salah satu Tokoh Pemuda Walmas meminta kepada Pemda Luwu untuk mempertimbangkan status Hibah lahan kurang lebih 30 Hektar yang di hibahkan ke Unanda.

Bahkan, Bayu memberikan saran kepada Pihak Unanda agar baiknya jika tidak digunakan maka bisa Unanda mengembalikan saja lahan tersebut ke Pemda dan biarkan warga sekitar menggarap seperti sebelum-sebelumnya.

“Kan kasihan masyarakat kurang lebih 10 tahun di bawah bayang-bayang ketakutan akan adanya eksekusi apabila kampus Unanda di bangun. Namun kan sampai hari ini di areal tersebut tidak ada juga aktifitas akademik yang di lakukan Unanda. Kan ada baiknya dikelola kembali sekaligus mendukung swasembada pangan,” tutur Bayu yang juga Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Walenrang Lamasi (IMWAL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!