Pentas Seni Nurul Junaidiyah Lauwo Disebut Layak Bertaraf Nasional
LUWU TIMUR INDEKSMEDIA.ID – Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo kembali memperlihatkan eksistensinya selain sebagai pusat Pendidikan Islami namun juga membangun generasi yang kreatif melalui gelaran Pentas Seni Santri 2026 yang berlangsung meriah di kompleks pesantren,Jln Trans Sulawesi, Dsn Jompi, Desa Lauwo, Kec. Burau, Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari sabtu (4/4/2026) berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga panggung unjuk bakat para santri yang tampil dengan beragam pertunjukan kreatif.
Warga dari berbagai penjuru Luwu Timur hingga luar daerah tampak memadati lokasi sejak awal hingga akhir acara.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Luwu Timur Ramadhan Pirade yang mewakili Bupati, Anggota DPRD Luwu Timur Dapil Wotu–Burau Harisal dan Muh. Nur, para Kepala KUA, camat, hingga kepala desa se-Kecamatan Burau.
Dalam sambutannya, Ramadhan Pirade memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia bahkan menyebut Pentas Seni Santri 2026 layak disejajarkan dengan event berskala besar.
“Ini adalah kegiatan yang sangat luar biasa. Pentas seni ini sangat spektakuler, bahkan bisa dikatakan sudah setara dengan acara tingkat provinsi atau nasional. Yang lebih membanggakan, seluruh kegiatan ini dikerjakan sendiri oleh para santri kelas XII Madrasah Aliyah,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wajah positif pesantren di tengah masyarakat sekaligus memperkenalkan Luwu Timur sebagai daerah yang mendukung kreativitas generasi muda berbasis nilai keagamaan.
Sementara itu, Pimpinan pesantren, Nurchalis Azis, menegaskan bahwa pentas seni santri merupakan wadah strategis dalam menyalurkan energi dan bakat generasi muda ke arah yang positif.
“Pentas seni santri harus terus disupport sebagai wadah kegiatan yang mengarahkan energi anak muda ke hal-hal positif. Ini juga menjadi sarana dakwah bahwa anggapan pesantren kumuh dan ketinggalan zaman adalah keliru,” jelasnya.
Ia menambahkan, santri masa kini mampu bersaing di berbagai bidang, termasuk seni dan kreativitas.
“Santri hari ini mampu bersaing dengan dunia luar. Pesantren bukan untuk dimusuhi, tetapi diajak bersama membangun generasi masa depan agama,” tegasnya.
Pentas Seni Santri 2026 menghadirkan beragam penampilan memukau, mulai dari drama religi, tari kreasi, musik islami, hingga pertunjukan inovatif lainnya. Seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara mandiri oleh santri kelas XII Madrasah Aliyah, yang sukses menuai decak kagum para penonton.
Antusiasme masyarakat yang luar biasa menjadi bukti bahwa pesantren kini tidak hanya identik dengan pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan sekaligus inspirasi bagi pesantren lain dalam mengembangkan potensi santri, serta memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi yang religius, kreatif, dan berdaya saing tinggi.




Tinggalkan Balasan