Tidak Terbukti, Akir yang Dicurigai Pembunuh Pekerja BRI Link Dipulangkan ke Rumah

SUASANA di TKP Pembunuhan perampokan BRI Link di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang Walmas, Kabupaten Luwu, beberapa hari lalu.

WALMAS,INDEKSMEDIA.ID – Sempat viral dan menghiasi beranda facebook. Ya, siapa lagi kalau bukan pria pengendara motor yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan pekerja BRI Link di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.
Dianggap telah membuat kepanikan dan kegaduhan, polisi pun bergerak cepat dengan langsung mengamankan pemotor yang dimaksud.

Beberapa jam setelah dimintai keterangan, Akir (25) pemuda asal Karetan Walmas tidak ditemukan adanya bukti yang mengarah ke pria tersebut akhirnya pemuda polos itu dipulangkan ke rumahnya dengan pengawalan super ketat aparat kepolisian Polsek Walenrang.

Kanit Reskrim Polsek Walenrang, Ipda Irfan yang dikonfirmasi Indeksmedia, mengatakan untuk meredam situasi yang bergejolak diluar, pihaknya mengamankan Akir yang sempat menjadi issu hangat terkait kasus pembunuhan pekerja BRI Link.

Namun, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan disertai dengan kendaraan motor yang dikendarai pria tersebut tidak ditemukan adanya bukti keterlibatan Akir yang sempat viral di medsos.

“Kita sudah dilakukan rangkaian lidik terhadap Akir yang dimaksud dan memang tidak ada bukti yang mengarah ke pemotor (Akir) yang dimaksud. Bahkan, saksi kunci yang kita hadirkan untuk melihat langsung Akir juga tidak menyebut jika dia pelakunya. Kesimpulannya, Akir yang kita amankan telah kami pulangkan ke rumah dan telah kami berikan penjelasan disertai pemulihan nama baik Akir ke keluarganya. Dalam kesempatan itu, keluarga Akir juga memahami dan memaklumi,” terang perwira satu balok.

Terpisah, kakak pemotor Hapide yang dikonfirmasi mengatakan bahwa terkait dengan adanya unggahan di medsos mengenai pemotor yang dimaksud sebagai pelaku langsun g membuat keluarga panik.

“hanya karena motor ada kemiripan. Dan kami yakin tidak mungkin adek kami ini (Akir) melakukan hal seperti itu. Banyak keluarga yang kesal cuman saya yang santai saja menanggapi. Termasuk ada keluarga polisi yang tugas di Polda sempat menelpon satu per satu keluarga terkaitr kabar yang beredar di tengah masyarakat,” kata Hapide, kakak Akir, kepada Indeksmedia Jumat (20/02/2026).

Hapide yang juga Aparat Pemerintah Desa Bara Mamase, menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu bijak menggunakan media sosial.
Sebab, mengumbar sesuatu yang belum jelas kebenarannya, akan menambah sulit proses hukum yang sementara masih berlangsung.

“Kami paham dengan kondisi saat ini, tapi alangkah baiknya jika ada yang dicurigai kalau bisa janganlah sampai fotonya dipampang ke publik apalagi media sosial. Karena justru akan menambah kesulitan polisi untuk menangkap pelakunya,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!