Setahun Bersama Irwan Bachri Syam
LUWU TIMUR, INDEKSMEDIA.ID – Setahun perjalanan kepemimpinan Irwan Bachri Syam (Ibas) sebagai Bupati Kabupaten Luwu Timur menjadi fase awal yang menandai arah pembangunan di daerah berjuluk Bumi Batara Guru.
Bersama pasangannya, Puspawati Husler (Puspa) ia berhasil meraih kemenangan sempurna pada kontestasi di Luwu Timur dengan unggul pada semua kecamatan. Ibas-Puspa dilantik pada 20 Februari 2025, keduanya bergerak cepat menuntaskan janji kampanye yang dibentuk dalam program kerja yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Sejak mengambil alih estafet kepemimpinan di Bumi Batara Guru, dirinya berkomitmen pada kesejahteraan masyarakat, penurunan angka pengangguran, kemajuan SDM melalui beasiswa pendidikan, perbaikan fasilitas kesehatan dan bantuan khusus bagi para lansia.
Ibas pun membuktikan komitmennya melalui sentuhan nyata yang kini mulai terasa. Benar saja, tahun 2025 menjadi momentum emas bagi Bupati dalam mengekselerasi pembangunan di Luwu Timur.
Di bawah kepemimpinannya, Pemda Luwu Timur mencatat prestasi gemilang dengan menurunkan angka pengangguran pada tahun 2025 menjadi 3.70% atau setara 6,12 ribu jiwa. Dimana sebelumnya Luwu Timur tercatat memiliki memiliki 5,42% atau 8,52 ribu pengangguran. Angka tersebut bukan sekadar statistik melainkan pencapaiannya nyata yang menjadikan banyak keluarga yang kembali memiliki penghasilan, anak-anak yang kembali punya harapan serta dapur yang kembali mengepul dengan tenang.
Bukan hanya soal kerja, angka kemiskinan pun ikut bergerak ke arah yang sama. Tahun 2025 mencatat jumlah penduduk miskin di Luwu Timur sebesar 18,55 ribu jiwa, turun 2,15 ribu jiwa dibanding Maret 2024. Persentasenya kini berada di 5,79%, turun 0,76 persen. Ini bahkan menjadi angka kemiskinan terendah dalam sepuluh tahun terakhir.
Lebih dalam lagi, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan ikut menurun. Indeks P1 berada di angka 1,20 dan turun 0,11 poin, sementara P2 berada di 0,32 yakni turun 0,07 poin dari tahun 2024. Artinya, bukan hanya jumlah orang miskin yang berkurang, tetapi jarak mereka dari garis kemiskinan juga semakin menyempit. Secara sederhana, mereka yang masih berada dalam kategori miskin kini berada pada kondisi yang lebih ringan dibanding sebelumnya.
Kini Luwu Timur juga tercatat sebagai salah satu kabupaten dengan persentase kemiskinan paling kecil di Sulawesi Selatan. Ini menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi daerah tidak berdiri sendiri, melainkan kompetitif di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Jahitan Ibas-Puspa dalam pembangunan Luwu Timur
Sentuhan logis Bupati dalam pembangunan terus terasa nyata, hasi survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) mencatat angka 89,38%, ini masuk kategori sangat baik dan bahkan melampaui target kinerja yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar 87,86%. Artinya, pelayanan perizinan yang langsung dirasakan masyarakat dan pelaku usaha benar-benar mengalami perbaikan nyata.
Angka ini penting, karen pelayanan perizinan yang cepat dan jelas berarti usaha lebih mudah bergerak. Menjadikan investasi lebih percaya diri dan UMKM tidak lagi terlalu lama menunggu. Dampaknya terasa langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Tidak hanya itu. Indeks kerukunan umat beragama di Luwu Timur juga terus mengalami peningkatan, saat ini berada di angka 80,84% yakni dengan kategori sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa suasana sosial di daerah tetap kondusif dan harmonis. Di tengah dinamika nasional yang kadang penuh perbedaan tajam, Luwu Timur tetap adem. Dan kondisi yang aman seperti ini adalah modal besar bagi pembangunan.
Di sektor pelayanan hukum, survei di lingkungan Kejaksaan Negeri Luwu Timur juga menunjukkan nilai IKM di atas 88,00% atau kategori sangat baik. Artinya, masyarakat merasakan pelayanan yang semakin profesional dan responsif.
Jika dirangkum sederhana, pelayanan publik membaik, suasana sosial stabil, dan kepercayaan terhadap lembaga publik kian meningkat.
Memang, satu tahun bukan waktu yang panjang. Tapi satu tahun cukup untuk menunjukkan arah. Dan kini data menjawab itu semua, pemerintah bekerja dengan target yang terukur, capaian yang nyata dan hasil yang bisa dinilai oleh masyarakat sendiri.
Paling penting, ini bukan sekadar perayaan angka semata, ini tentang rasa percaya yang tumbuh. Tentang warga yang merasa dilayanindan tentang suasana daerah yang tetap aman dan kompak.
Perubahan itu kini terlihat
Semua ini tentu bukan hasil kerja semalam. Penurunan pengangguran, berkurangnya kemiskinan, dan membaiknya pelayanan publik adalah rangkaian sebab-akibat. Ketika perizinan lebih cepat, usaha bergerak. Ketika investasi tumbuh, lapangan kerja terbuka. Ketika lapangan kerja terbuka, pengangguran turun, dan ketika pengangguran turun, kemiskinan ikut menyusut.
Tentu, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Masih ada 18 ribu lebih warga yang perlu diberdayakan. Masih ada tantangan ekonomi global yang bisa memengaruhi harga komoditas dan daya beli. Namun arah pergerakan sudah jelas. Grafiknya menurun pada pengangguran dan kemiskinan, dan itu adalah sinyal yang paling dinantikan oleh masyarakat.
Keberhasilan sejati bukan pada seberapa sering pemerintah berbicara, tetapi pada seberapa jauh angka-angka sosial ekonomi bergerak ke arah yang benar. Dan hari ini, data menunjukkan bahwa arah itu sedang positif.
Jika tren ini dijaga konsisten, maka satu tahun pertama bukan hanya catatan administratif, tetapi fondasi bagi percepatan yang lebih besar di tahun-tahun berikutnya. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak menilai dari slogan. Mereka menilai dari perubahan nyata dalam hidup mereka.
Tahun pertama telah dilewati dengan fondasi yang kuat. Sekarang tantangannya adalah menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas. Karena ketika standar sudah berada di kategori “Sangat Baik”, maka ekspektasi masyarakat tentu akan semakin tinggi.
Dan itu kabar baik. Artinya, publik percaya dan berharap lebih.
#AkarLutim
#LutimJuara
#BataraGuruInstitut




Tinggalkan Balasan