Jabatan Sekda Palopo Kosong, Haidir Basir Ingatkan Pentingnya Meritokrasi

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo kini tengah kosong. Kekosongan posisi strategis tersebut menimbulkan perhatian di kalangan publik, termasuk dari tokoh politik Palopo, Haidir Basir.

Jabatan Sekda Palopo diketahui mulai kosong sejak 3 November 2025. Haidir menilai, proses penunjukan pejabat, baik untuk posisi definitif maupun pelaksana tugas harian (Plh), harus benar-benar mempertimbangkan asas profesionalitas dan sistem meritokrasi agar pemerintahan berjalan efektif.

“Kalau boleh saya berpendapat, bahwa posisi jabatan Sekda, baik pengangkatan definitif maupun pelaksana tugas harian, sebaiknya menggunakan sistem meritokrasi, di mana penempatan dan promosi pegawai negeri didasarkan pada kemampuan, kinerja, dan prestasi individu, bukan pada hubungan pribadi, nepotisme, atau faktor politik,” ujar Haidir, Minggu (3/11/2025).

Haidir menjelaskan, meritokrasi adalah prinsip dasar birokrasi modern yang menempatkan kinerja dan kemampuan di atas segala bentuk kedekatan personal. Ia menegaskan, jika prinsip ini diterapkan dengan konsisten, maka pemerintahan akan lebih stabil dan pelayanan publik semakin maksimal.

“Hal ini untuk memastikan bahwa posisi kunci di pemerintahan diisi oleh orang-orang yang paling kompeten, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik,” lanjutnya.

Lebih jauh, Haidir menyebutkan bahwa birokrasi yang berlandaskan meritokrasi akan mendorong tumbuhnya budaya kerja yang sehat dan berorientasi pada hasil. Ia menilai, sistem seperti ini mampu menghindarkan aparatur dari praktik intervensi politik yang bisa menghambat kinerja lembaga.

“Dengan meritokrasi, setiap ASN akan termotivasi untuk menunjukkan kinerja terbaiknya karena tahu bahwa promosi jabatan didasarkan pada prestasi, bukan kedekatan. Ini penting agar roda pemerintahan tidak mudah terganggu oleh kepentingan politik,” tambahnya.

Ia mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga profesionalitas birokrasi. Ia berharap, siapa pun yang nantinya dipercaya menduduki jabatan Sekda Palopo, benar-benar dipilih berdasarkan kemampuan dan dedikasinya terhadap pelayanan publik.

“Implementasi meritokrasi dapat membantu menciptakan birokrasi yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ini hanya saran saja jika kita ingin penyelenggaraan pemerintahan berdaya guna dan berhasil guna bagi pelayanan rakyat di kota kita ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!