Nekat Rampok karena Utang, Pelaku Pembunuh Penjaga BRILink di Walenrang Buka Suara

Gie

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Video pengakuan pelaku pembunuhan penjaga agen BRILink di Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial. Rekaman berdurasi 2 menit 10 detik itu memperlihatkan pelaku membeberkan secara langsung motif hingga kronologi aksinya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (18/2/2026), sekitar pukul 14.00 Wita di sebuah agen BRI Link di wilayah Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Korban saat itu diketahui sedang berjaga seorang diri di dalam kios.

Di awal video, pelaku lebih dulu menjelaskan latar belakang persoalan ekonomi yang menurutnya menjadi pemicu utama. Ia mengaku memiliki tanggungan pembayaran uang muka (DP) lemari kepada beberapa pelanggan. Total pesanan disebut mencapai lima unit, namun uang yang sudah diterima tidak lagi tersisa untuk menutupi kewajiban tersebut.

“Karena banyak utang. Utang DP lemarinya orang, ada sekitar lima lemari mau dibayar tapi sudah tidak ada uang,” ujar pelaku dalam rekaman yang beredar.

Ia kemudian melanjutkan bahwa tekanan ekonomi itu semakin berat karena kebutuhan rumah tangga belum terpenuhi. Di saat bersamaan, istrinya disebut hendak pulang kampung, sementara persiapan belum ada. Situasi itu membuatnya merasa terdesak dan berpikir untuk meninggalkan rumah sementara waktu.

“Waktu itu, istri saya mau pulang ke kampung dan belum ada bahan ini. Itu mi saya pusing. Rencana mau ke Palopo dan tidak pulang ke rumah dulu,” katanya.

Pelaku mengungkap momen munculnya niat merampok. Ia menyebut keputusan itu bukan direncanakan jauh hari, melainkan muncul spontan saat melintas di depan lokasi kejadian. Saat itu ia melihat korban sedang berjaga sendirian di dalam agen.

“Pas saya lewat di depan link di situ, kepikiran ka karena saya lihat dia sendiri jaga di agen BRI Link jadi saya putar balik. Terus karena jalannya dari belakang lalu saya masuk,” tuturnya.

Pelaku mengklaim awalnya hanya berniat mengambil uang lalu melarikan diri tanpa melakukan kekerasan. Namun situasi berubah cepat ketika korban berteriak saat dirinya baru saja masuk ke dalam kios. Ia mengaku panik dan langsung mengambil batu yang ada di lokasi.

“Saya rencana cuma mau ambil berkas lalu lari. Tapi karena baru satu langkah masuk dia sudah berteriak makanya saya langsung ambil itu batu baru saya pukul sebanyak tiga kali bagian kepala,” ungkapnya.

Setelah korban tak berdaya, pelaku kemudian mengambil brankas berisi uang tunai. Dalam video tersebut, ia menyebut jumlahnya sekitar Rp 13 juta lebih dan telah disiapkan untuk membayar utang serta memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Rencana uang itu untuk saya pakai bayar utang dan beli bahan,” katanya.

Tak langsung kabur jauh, pelaku mengaku sempat kembali ke rumah dan menginap satu malam setelah kejadian. Namun keesokan harinya ia mengetahui fotonya telah tersebar luas di media sosial sehingga memilih melarikan diri keluar daerah.

“Nanti siang setelah lihat di Facebook ada foto saya dipajang jadi saya langsung lari pakai motor,” terangnya.

Pelaku diketahui melarikan diri hingga ke Manado sebelum akhirnya diringkus aparat. Saat ini, ia telah diamankan dan menjalani proses hukum di bawah penanganan Polres Luwu. Polisi masih mendalami kasus tersebut dan menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan disertai perampokan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!