Dosen UIN Palopo Bantah Lecehkan Wanita Pingsan, Sebut Hanya Menolong

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Prof ER angkat bicara terkait laporan dirinya telah melakukan pelecehan kepada seorang wanita berusia 18 tahun saat pingsan. Dia menyebut, hanya bergerak menolong atas dasar kemanusiaan.

“Tindakan pertolongan yang saya berikan semata-mata atas dasar kemanusiaan, tidak ada niat sedikitpun kearah dorongan nafsu atau seksual,” kata Prof ER kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, kejadian bermula ketika dirinya baru saja selesai membabat rumput di belakang ruko miliknya.

“Begitu saya akan membuka kunci pintu ruko saya melihat ada seorang perempuan yang pingsan di depan ruko dan ditopang oleh laki-laki (rekan kerjanya) yang membawa es kristal,” ujarnya.

Dia menyebut, dirinya kemudian dipanggil oleh rekan kerja dari sang wanita itu untuk membantu mengangkatnya.

Kemudian, Prof tersebut membantu mengangkat wanita itu masuk ke dalam rukonya.

“Saya dipanggil oleh laki-laki yang sedang menopang wanita itu untuk membantu mengakatnya. Dalam kondisi trik matahari pinggir jalan saya melihat tidak ada tempat memberi memberi pertolongan pertama kecuali di dalam ruko,” jelasnya.

Setelah itu, wanita tersebut kemudian dibaringkan di sebuah tempat tidur. Kemudian Prof bersama rekan kerja korban keluar menutup jualan wanita tadi.

“Dia dijaga oleh ponakan saya yang perempuan, setelah kami berdua masuk kembali melihat dan menanyakan keponakan yang menjaga ‘Bagaimana?’ namun tidak ada respon dari ponakan saya,” bebernya.

“Setelah itu teman kerjanya pergi untuk memanggil bosnya. Sayapun ikut keluar mengambil paket yang belum sempat saya masukkan ke dalam ruko,” tambahnya.

Setelah mengambil paket, Prof mengaku melihat beberapa sayatan di tangan wanita yang pingsan. Setelah itu, Prof kemudian mencoba melihatnya lebih rinci.

“Saya kembali melihat lebih dekat jangan sampai telah terjadi pendarahan sebelumnya, saya mengatakan dengan memanggil ‘hei hei, sadarki’ disaksikan oleh penokan saya yang perempuan yang tinggal di ruko,” pungkasnya.

Prof mengaku mengambil tindakan pertolongan pertama dengan melepas jilbab wanita itu. Selain itu, Prof mengaku menurunkan baju korban yang sempat terlipat naik.

“Pertolongan pertama menyingsingkan jilbabnya dengan menepis dibagian depan pada area pernapasan dan saya menepuk nepuk kepala samping kiri,” ucapnya.

“Sayapun menurunkan baju bagian bawah yang terangkat akibat gotongan,” tambahnya.

Setelah itu, Prof menyebut dirinya duduk di sebuah kursi. Beberapa saat kemudian perempuan tersebut bangun dan langsung diberikan air olehnya.

“Lalu dia keluar dari ruko dan tiba-tiba perempuan itu menunjuk-nunjuk saya sambil berkata ‘kau melecehkan saya’,” jelasnya.

Prof mengaku heran dengan kejadian tersebut. Tambahnya, wanita yang pingsan itu tidak dikenalinya sama sekali.

“Saya hanya mengetahui kios itu menyewa di depan ruko dan penyewa adalah seorang pengusaha yang mempekerjakan perempuan yang pingsan itu,” ucapnya.

“Melalui ini saya berharap dan memohon agar kiranya kita bersabar menunggu dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan terbuka tanpa ditunggangi kepentingan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!