Peran Tokoh Adat, Blokade Jalan di Walmas Luwu Dibuka
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Selama lima hari 23-27 Januari 2026, trans Sulawesi Walmas-Luwu Utara (Lutra) putus total. Itu buntut dari aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Wija To Luwu, menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah (Luteng).
Tepatnya Selasa malam (27/01/2026) akses utama tersebut dibuka, selaian negosiasi aparat dan Wija To Luwu alasan utama blokade dibuka karena atas dasar kemanusiaan.
Dibalik pembukaan blokade jalan tak luput dari peran penting Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat (Tomas) dan pemerintah setempat sehingga kemacetan panjang selama lima hari sehingga akses utama kendaraan kembali normal.
“Kami melakukan pendekatan kekeluargaan ke mahasiswa dan masyarakat sehingga atas dasar kemanusiaan blokade jalan di Walmas (Desa Marabuana) bisa dibuka kembali. Ada Tomakaka Siteba, Yoran Pallawa, dan Camat Walut Kasmal, sehingga keluarga yang melakukan pemblokiran jalan bisa memahami dan membuka blokade demi kemanusian,” kata Tokoh Pemuda Walmas, Listan CR, Rabu (28/01/2026).
Listan jugfa mengatakan, dia bersama tokoh-tokoh penting yang disebut diatas melakukan pendekatan secara persuasif kepada mahasiswa. Soal mendukung, sambung Listan khusus bagi keluarga di Walmas sudah menjadi harga mati.
“Namun disisi lain kami juga meminta agar akses jalan dibuka atas dasar kemanusiaan dan Alhamdulillah mahasiswa mengiyakan itupun juga mereka mendengarkan masukan dari para tokoh, mahasiswa dengan inisiatif sendiri bahu membahu bersama warga membersihkan blokade jalan yang sudah berlangsung selama 5 hari. Harapan dari semua elemen bahwa segera terbentuknya Kabupaten Luteng dan Provinsi Luwu Raya,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan