Palopo Baru atau “Palopo Bau”, Netizen: Pimpinan di Kotaku Hepi-hepi Saja Lihat Sampah Berserakan

Jibril Daulay Jibril Daulay
Unggahan pemilik akun facebook yang menyoroti sampah berserakan di Kota Palopo tanpa diangkut (tangkapan layar)

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Sejumlah warga mempertanyakan kebijakan dan sikap Pemerintah Kota Palopo terkait penanganan sampah yang dinilai semakin memburuk. Di sejumlah titik, terutama di pinggir jalan, sampah tampak menumpuk, tidak terangkut, hingga menimbulkan bau tak sedap.

Sorotan itu mencuat setelah seorang warga Kota Palopo mengunggah keluhannya melalui media sosial Facebook. Dalam unggahan yang diposting Selasa (6/1/2025), pemilik akun bernama Sharma Hadeyang mempertanyakan keberadaan dan kinerja pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan kota.

“Tabe Maraja, saya bertanya nih, masih adakah pemerintah di Kota Palopo? Kok sebuah kota yang dulunya sangat bersih bahkan pernah meraih Adipura Kencana berturut-turut tapi sekarang betul-betul menjadi kota sampah,” tulisnya.

Ia mengaku prihatin sekaligus malu dengan kondisi kota yang dinilainya semakin kotor dan berbau. Sharma juga menyinggung slogan pembangunan daerah yang dinilai tidak sejalan dengan realitas di lapangan.

“Katanya mau menjadikan Palopo Baru, tapi malah jadi semakin mundur menjadi Palopo Bau,” lanjutnya.

Unggahan tersebut menuai beragam respons dari warganet lain. Sejumlah komentar bernada serupa bermunculan, bahkan disertai kiriman foto yang memperlihatkan tumpukan sampah di beberapa lokasi.

“Pimpinan di kotaku hepi-hepi saja. Lihat sampah berserakan,” tulis salah satu akun bernama Ib*** Zul****.

Sampah menumpuk di sejumlah titik di Kota Palopo (foto: facebook)

Keluhan juga datang dari akun lain, La Sereng Massinai, yang menilai kondisi tersebut ironis karena sebelumnya Kota Palopo memiliki program kebersihan yang dikenal dengan Mapaccing Toda’. Program tersebut, menurutnya, semestinya bisa dilanjutkan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

La Sereng juga menyinggung pengelolaan sampah di masa pemerintahan Wali Kota Naili Trisal dan Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin. Ia mempertanyakan apakah permasalahan sampah disebabkan oleh keterbatasan personel, anggaran, atau lemahnya pengelolaan oleh dinas terkait.

“Bagaimana mau dapat kota Adipura jika sampahnya berserakan dan masyarakat terus mengeluh soal ini?” tulisnya.

Menurut La Sereng, foto-foto yang diunggahnya hanya sebagian kecil dari kondisi di lapangan. Ia menyebut banyak warga terpaksa menjadikan pinggiran kota sebagai tempat pembuangan alternatif karena sampah rumah tangga jarang diangkut oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Palopo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Palopo maupun dinas terkait mengenai keluhan warga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!