Isu Lockdown Jelang Demo Pemekaran Luwu Raya, SPBU di Palopo Diserbu Pengendara

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo, khususnya SPBU Binturu dan Sampoddo, mendadak dipadati pengendara. Lonjakan antrean terjadi setelah beredar isu akan adanya penutupan akses jalan (lockdown) saat aksi demonstrasi terkait pemekaran Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah.

Dari pantauan indeksmedia.id, Jumat (30/1/2026) pukul 17.49 Wita, antrean kendaraan tampak mengular hingga ke badan jalan. Mayoritas pengendara memilih mengisi bahan bakar lebih awal sebagai langkah antisipasi jika terjadi pembatasan mobilitas maupun gangguan distribusi selama aksi berlangsung.

Salah seorang pengendara roda empat yang ditemui di SPBU Binturu, Andi, mengaku sengaja datang lebih cepat setelah mendengar informasi yang beredar dari media sosial dan percakapan warga soal kemungkinan penutupan jalur utama saat demonstrasi berlangsung.

“Saya dengar kabar akan ada penutupan jalan saat demo, jadi lebih baik isi penuh sekarang daripada nanti susah cari BBM,” ujarnya.

Menurut Andi, kondisi antrean kali ini berbeda dibanding hari normal. Ia menyebut peningkatan jumlah kendaraan sudah terlihat sejak beberapa jam sebelumnya dan terus bertambah menjelang sore.

“Biasanya tidak seramai ini. Saya antre hampir setengah jam, padahal hari biasa cepat,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan pengendara roda dua di SPBU Sampoddo, Rina. Ia mengatakan keputusan mengisi bahan bakar lebih awal diambil untuk menghindari risiko keterlambatan beraktivitas jika terjadi pembatasan akses atau kemacetan saat aksi unjuk rasa berlangsung.

“Belum tentu ji benar lockdown, tapi untuk berjaga-jaga saja. Apalagi mau ka berangkat kerja besok,” katanya.

Rina juga menilai antrean panjang dipicu kepanikan spontan masyarakat yang tidak ingin kehabisan bahan bakar jika situasi di lapangan berubah sewaktu-waktu.

“Kalau jalan ditutup dan SPBU ikut tutup sementara, repot. Jadi sekalian saya isi full,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!