Ricuh..! Berikut Skenario Polres Palopo Atasi Pelanggaran saat Pemungutan Suara di TPS
PALOPO – Simulasi pemungutan suara digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo bekerja sama dengan Polres Palopo, Rabu (31/1).
Simulasi yang bertujuan mengantisipasi potensi pelanggaran dalam proses pemilihan tersebut menghadirkan beberapa skenario yang mungkin terjadi di lapangan.
Salah satu skenario yang dihadirkan tersebut, adanya warga yang tidak terdaftar namun ingin memaksakan diri untuk mencoblos.
Dalam simulasi ini, ketua KPPS memberikan pemahaman kepada warga tersebut sehingga akhirnya mereka menerima keputusan tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan pemahaman dalam menjaga integritas pemilihan.

Skenario lainnya, terdapat warga yang secara diam-diam mengambil gambar dalam bilik pemungutan suara.
Skenario ketiga, adanya saksi dari salah satu partai yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara yang memicu kerusuhan oleh orang-orang di luar TPS.

Di akhir skenario, Ketua KPPS kemudian meminta bantuan polisi untuk mengamankan situasi. Tindakan ini menunjukkan pentingnya kerjasama antara KPU dan Polres dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pemilihan.
Polres Palopo, yang diwakili oleh Kabag OPS, AKP Rafli menegaskan bahwa mereka siap memberikan dukungan dan perkuatan di lapangan jika diperlukan.
Dia juga mengatakan bahwa meskipun tidak ada tambahan personil yang direncanakan untuk wilayah yang dianggap rawan, pihaknya berharap agar pelaksanaan pemungutan suara dapat berjalan dengan kondusif.
“Kami berharap wilayah hukum Polres Palopo tetap kondusif tanpa adanya hambatan-hambatan yang berarti,” pungkasnya
Dari pantauan indeksmedia.id pemungutan suara ini melibatkan beberapa unit di Polres Palopo, seperti Serse, intel, lalulintas, dan sabhara. (*)





Tinggalkan Balasan