Wai Tiddo, Destinasi Wisata Alam Eksotis di Kabupaten Luwu
LUWU, INDEKS MEDIA – Kabupaten Luwu memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik, salah satunya adalah Wai Tiddo. Berlokasi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, Wai Tiddo menjadi daya tarik bagi wisatawan karena keindahan alamnya yang masih asri serta sumber mata air alami yang tak pernah kering.
Nama Wai Tiddo, yang dalam bahasa Luwu berarti “air menetes”, merujuk pada mata air yang terus mengalir dari tebing melalui akar-akar pohon. Keunikan ini menjadikan tempat ini sebagai destinasi yang cocok untuk bersantai dan menikmati udara segar pegunungan. Dengan ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut, wisatawan bisa menikmati pemandangan hijau yang menenangkan.
Wai Tiddo juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Terdapat 15 unit villa, 32 gazebo, dan dua aula pertemuan yang dapat digunakan untuk acara keluarga, rapat, hingga seminar. Selain itu, tersedia area bermain anak serta tempat perkemahan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di alam terbuka.
Bagi wisatawan yang menyukai tantangan, Wai Tiddo menawarkan berbagai wahana ekstrem, di antaranya; Flying Fox dengan lintasan sepanjang 150 meter di ketinggian 50 meter. Sky Bike, wahana bersepeda di atas tali sepanjang 20 meter dan Offroad Adventure, jalur menantang yang bisa dilalui dengan mobil hartop atau ATV.
Akses menuju Wai Tiddo cukup mudah. Dari ibu kota Kabupaten Luwu, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam dengan kondisi jalan yang baik. Tiket masuk ke kawasan ini cukup terjangkau, yaitu Rp15.000 per orang, dengan biaya tambahan jika ingin menyewa fasilitas seperti gazebo atau villa.
Dengan keindahan alam yang memukau dan berbagai fasilitas yang tersedia, Wai Tiddo kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Luwu. Banyak wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah, datang untuk menikmati suasana tenang serta beragam aktivitas yang ditawarkan.
Selain keindahan alamnya, Wai Tiddo juga memiliki banyak spot menarik yang cocok untuk berfoto. Pengunjung bisa menemukan pemandangan air jernih yang mengalir dari celah bebatuan, pepohonan rindang yang menambah kesejukan, serta jembatan bambu yang menambah kesan alami. Banyak wisatawan yang datang khusus untuk mengabadikan momen dengan latar belakang alam yang memukau.
Pemerintah daerah bersama pengelola terus berupaya mengembangkan Wai Tiddo sebagai destinasi wisata unggulan. Berbagai program perbaikan infrastruktur telah dilakukan, seperti pelebaran jalan menuju lokasi, penambahan fasilitas umum, serta pengembangan wahana baru untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Selain sebagai destinasi wisata keluarga, Wai Tiddo juga menarik perhatian komunitas pecinta alam dan wisatawan dari luar daerah. Dengan dukungan dari masyarakat setempat, Wai Tiddo diharapkan dapat menjadi salah satu ikon wisata andalan di Sulawesi Selatan.
Wai Tiddo juga menjadi pilihan tepat bagi keluarga yang ingin menikmati liburan bersama. Dengan suasana yang tenang dan udara yang sejuk, tempat ini cocok untuk rekreasi sekaligus edukasi alam bagi anak-anak. Mereka bisa belajar tentang ekosistem sungai, keanekaragaman hayati, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Beberapa komunitas pencinta alam juga sering mengadakan kegiatan konservasi di kawasan ini.
Wai Tiddo buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. Untuk pengalaman terbaik, disarankan datang pada pagi atau sore hari agar bisa menikmati udara yang lebih sejuk dan suasana yang lebih tenang. Pengunjung juga sebaiknya membawa perlengkapan seperti pakaian ganti jika ingin bermain air serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan demikian, keindahan Wai Tiddo dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
Setiap akhir pekan, kawasan wisata ini berhasil meraup omset hingga Rp20 juta per hari, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan alam dan berbagai wahana yang tersedia.
Menurut salah satu pengelola Wai Tiddo, Guntur, lonjakan wisatawan biasanya terjadi pada hari Sabtu dan Minggu, di mana ratusan hingga ribuan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk bersantai, bermain air, dan mencoba wahana seperti flying fox. Dengan tarif masuk yang terjangkau dan tambahan pendapatan dari fasilitas wisata lainnya, omset tempat ini terus mengalami pertumbuhan yang positif.
“Setiap akhir pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai 1.000 orang lebih dengan omset paling banyak itu Rp20 juta. Selain dari tiket masuk, pemasukan juga didapat dari wahana permainan, penyewaan alat, serta warung makan di sekitar kawasan wisata,” ujar Guntur.





Tinggalkan Balasan