Statement Walikota Palopo ‘Nodai’ Perjuangan Wija To Luwu

SHRMA Hadeyang

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Salah satu aktivis senior dan perempuan Tana Luwu, Sharma Hadeyang, ikut terusik atas kegaduhan yang terjadi di Kota Palopo. Srikandi yang juga pemerhati pembangunan sumber daya manusia tersebut menyayangkan sikap Walikota Palopo yang dinilai mencederai perjuangan masyarakat Wija To Luwu terkait pembentukan Provinsi Luwu Raya.

“Sebagai Wija To Luwu, saya sangat kecewa dengan sikap Walikota Palopo yang mengeluarkan pernyataan tanpa berpikir secara bijak apa dampaknya,” tegas Sharma, Kamis (12/02/2026).

Menurutnya, saat gelombang aksi perjuangan Provinsi Luwu Raya masih terus berkobar, pernyataan yang tidak bijak dari seorang pemimpin dapat menodai perjuangan mahasiswa, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh politik, hingga para pimpinan daerah se-Tana Luwu.

Sharma khawatir pernyataan tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melemahkan semangat perjuangan yang saat ini masih membara.

Ia juga menekankan bahwa aksi demonstrasi biasanya telah memiliki izin terkait waktu dan tempat.

“Para demonstran juga punya naluri kemanusiaan dengan membuka jalan pada waktu-waktu tertentu, memberikan jalan kepada ambulans, mobil pengangkut BBM, dan bahan makanan,” jelasnya.

Sharma juga menilai seorang pemimpin seharusnya tidak asal berbicara tanpa memikirkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Kota Palopo.

“Kalau kelangkaan BBM dan tabung gas, karena masalah tersebut sudah sering terjadi jauh sebelum adanya aksi. Ini yang perlu diketahui,” pungkasnya.(Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!