Ketika Pemkot Palopo Hanya Menonton Kerusakan Jembatan Gantung Pajalesang, Berujung Telan Korban Jiwa
PALOPO, INDEKSMEDIA,ID – Siapa yang bertanggung jawab atas kematian Marwan di jembatan gantung Pajalesang? Apa hasil kunjungan Wali Kota Naili Trisal dan Dinas PU di jembatan gantung itu September lalu? Berhentilah jalan-jalan jika sekedar hanya menjadi penonton!
Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh warga Pajalesang inisial AR kepada wartawan ketika menanyakan terkait kronologi tragis dibalik kematian Marwan.
Ia muak dengan ketidakhadiran Pemerintah Kota Palopo dalam setiap lini kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Pemkot Palopo seolah hanya menjadi penonton dari setiap penderitaan yang dialami warga.
AR menyebut, tragedi meninggalnya Marwan tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Melainkan, bukti nyata dari ketidakhadiran pemerintah dalam memperjuangkan semua sektor kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat.
Untuk diketahui, Marwan meninggal dunia usai terjatuh dari jembatan gantung Pajalesang setinggi 6 meter pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 18.40 Wita. Ia terjatuh akibat kayu alas jembatan yang rapuh dipijakan kakinya patah.
“Bayangkan saja saat itu korban bersama istrinya ingin pergi mengambil beras dipenggilingannya, namun kayu yang dia injak patah sehingga terjatuh dan meninggal dunia ditempat,” ucapnya dengan tatapan penuh emosi.
AR menilai, tragedi nahas tersebut adalah tamparan besar bagi Pemkot Palopo. Pasalnya, menurut AR pemerintah kelurahan hampir setiap tahunnya menyurat dan meminta perbaikan jembatan tersebut.
“Lurah selalu bersurat soal jembatan ini, tiap Musrebang di kecamatan dia tawarkan terkait perbaikan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” jelasnya.
“Kalau kematian Marwan belum cukup memberi tamparan kepada Pemkot Palopo, entah cara apa lagi agar mereka sadar akan pentingnya fasilitas masyarakat,” tegasnya.
AR turut mengkritik terkait kehadiran Wali Kota Naili Trisal di jembatan tersebut pada September tahun lalu.
Dia menyebut, Wali Kota dan Dinas PU hanya seolah melakukan jalan-jalan semata.
“Entah apa, ibu Wali Kota sudah kesini Dinas PU juga ikut, secara kasat mata saja kondisi jembatan ini parah sekali, entah apa lagi alasan perbaikan itu diperlambat?” bebernya.
“Jangan sampai itu hanya menjadi jalan-jalan penenang semata. Ribuan warga disebarang jalan menunggu perbaikan, puluhan anak sekolah mengadu nasib menyebrangi jembatan kematin itu setiap harinya, lantas apa lagi yang ditunggu untuk perbaikan,” tambahnya.




Tinggalkan Balasan