Ketua DPRD Luwu Tekankan Pembangunan SDM di Tengah Transformasi Industri

Gie

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi di Kabupaten Luwu. Penegasan itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik Milad ke-17 Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) yang digelar di Aula Pantai Labombo.

Dalam forum yang mengangkat tema “Transformasi Arah Gerakan IPMAL dalam Mengawal Pembangunan di Kabupaten Luwu” tersebut, Ahmad Gazali menyoroti realitas sosial yang kerap luput disadari masyarakat. Kata dia, Persoalan utama pembangunan hari ini bukan semata infrastruktur, melainkan kesesuaian antara kualitas SDM dan kebutuhan zaman.

“Ada satu kondisi, sadar atau tidak, yang terjadi di sekitar kita. Latar belakang pendidikan kita sering kali tidak relevan dengan kebutuhan diskusi dan pembangunan hari ini. Luwu saat ini sedang bertransformasi dari wilayah agraria menuju kawasan industri,” ujar Ahmad Gazali, Sabtu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, transformasi tersebut membawa tantangan baru, terutama dalam menghadapi masuknya berbagai sektor industri ke Kabupaten Luwu. Tantangan itu, kata dia, tidak bisa dijawab hanya dengan kebijakan fisik, melainkan harus diiringi dengan penguatan kualitas manusia lokal.
Beranjak dari kondisi tersebut, Ahmad Gazali menyinggung persoalan ketenagakerjaan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

“Hari ini ketimpangan sosial terjadi karena industri memiliki kualifikasi tertentu, sementara SDM yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Inilah tantangan kita ke depan, sehingga fokus pembangunan harus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Sebagai respons atas persoalan itu, Ahmad Gazali mengungkapkan langkah konkret yang telah ia lakukan sebagai pimpinan legislatif. Ia mengaku secara langsung memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah agar kebutuhan tenaga kerja bisa disinergikan sejak awal.

“Dengan inisiatif saya, saya memanggil pimpinan perusahaan dan Dinas Ketenagakerjaan. Saya sampaikan, saat konstruksi misalnya, yang direkrut harusnya SDM bidang konstruksi. Jangan asal rekrut,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keterbukaan perusahaan dalam menyampaikan kebutuhan tenaga kerja, agar pemerintah dapat melakukan intervensi kebijakan secara tepat sasaran melalui lembaga teknis terkait.

“Saya tawarkan ke perusahaan, berikan kepada kami tenaga seperti apa yang dibutuhkan. Supaya kami bisa mengintervensi Dinas Tenaga Kerja sesuai kompetensi yang diperlukan. Jangan sampai masyarakat Luwu hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” jelasnya.

Di hadapan mahasiswa dan pemuda yang hadir, Ahmad Gazali juga menyoroti peran strategis generasi muda sebagai agen perubahan. Ia menegaskan bahwa kritik dan desakan publik justru menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan.

“Saya sampaikan kepada agent of change, kalau mau lakukan desakan, lakukan. Karena banyak hal yang kami sikapi justru karena adanya desakan. Kita tidak akan maju kalau tidak menempatkan seseorang di tempat yang tepat,” tegasnya.

Ahmad mengingatkan agar arah pembangunan Kabupaten Luwu tidak kehilangan nilai dan jati diri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda dan mahasiswa, untuk mengawal pembangunan agar tetap berpihak pada kebutuhan warga.

“Saya berharap Luwu jangan berubah dari wanua mapatuo naewai alena menjadi sekadar semboyan maputuo naewai alemu. Mari kita jaga apa yang menjadi kebutuhan warga, agar Luwu semakin maju ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!