Diskusi Publik Pemekaran Provinsi Luwu Raya Diprediksi Dihadiri Ratusan Peserta
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Diskusi publik bertajuk “Membaca Arah Pemekaran Provinsi Luwu Raya” yang digelar di Hypatia Coffee, Kota Palopo, diperkirakan akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas dinamika, peluang, dan tantangan pemekaran wilayah Luwu Raya.
Diskusi publik yang akan digelar pada Rabu (21/1/2026), tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan pemikir sebagai narasumber, di antaranya Afrianto, M.Si (Cand. Doktor Ilmu Ekonomi UNHAS), Dr. Aswan, S.Kom., M.I.Kom (Akademisi UIN Palopo), serta Dr. Haedar Djidar, S.H., M.H (Akademisi Universitas Andi Djemma).
Owner Hypatia Coffee, Armiadi, mengatakan kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kontribusi ruang publik dalam mendorong diskursus yang sehat dan berbasis gagasan. Ia menilai isu pemekaran Provinsi Luwu Raya perlu dibahas secara terbuka dan rasional oleh berbagai elemen masyarakat.
“Diskusi ini kami hadirkan sebagai ruang bertukar gagasan, agar masyarakat tidak hanya melihat isu pemekaran dari sisi emosional, tetapi juga dari perspektif akademik dan kebijakan,” ujar Armiadi, Selasa (20/1/2026).
Menurut Armiadi, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Hal itu terlihat dari beragamnya latar belakang peserta yang diundang, mulai dari mahasiswa, akademisi, aktivis, jurnalis, hingga masyarakat umum.
“Perkiraan kami peserta bisa mencapai ratusan orang, karena isu pemekaran Luwu Raya menyentuh banyak kepentingan dan menjadi perhatian luas masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama dengan sejumlah mitra media, sebagai upaya memperluas jangkauan informasi dan edukasi publik.
“Kami bekerja sama dengan Indeks Media Nusantara dan Lagaligo Pos agar hasil diskusi ini dapat tersampaikan secara luas dan berimbang kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Armiadi berharap diskusi publik ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu melahirkan pemahaman bersama yang konstruktif terkait arah pemekaran Provinsi Luwu Raya ke depan.
“Harapan kami, forum ini bisa menjadi awal lahirnya kesadaran kolektif, bahwa pemekaran harus dibahas dengan data, kajian, dan kepentingan jangka panjang masyarakat,” pungkasnya.
Diskusi publik ini digelar secara gratis dan terbuka untuk umum, bertempat di Hypatia Coffee, BTN Merdeka Blok A Nomor 5, Kota Palopo, mulai pukul 15.00 Wita hingga selesai.
Diketahui, diskusi publik ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Indeks Media Nusantara dan Lagaligo Pos sebagai mitra media, guna memperluas jangkauan informasi dan memastikan hasil diskusi dapat tersampaikan secara luas kepada publik.





Tinggalkan Balasan