Sumur Bor Rusak, Warga di Perumahan Griya Cinta Pemuda Palopo Tuntut Air Bersih ke Perumda TM

Gie

PALOPO, INEDEKSMEDIA.ID – Warga Perumahan Griya Cinta Pemuda, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, mengeluhkan belum masuknya layanan air bersih ke kawasan tempat tinggal mereka. Keluhan itu mencuat setelah sumur bor yang disediakan pihak developer mengalami kerusakan meski belum genap satu tahun digunakan.

“Kenapa kami tuntut itu air bersih? karena sumur bor sekarang yang disiapkan developer tidak sampai satu tahun rusak. Sudah tiga bulan ini kami pakai air bersih menumpang dari warga makanya menuntut semua warga untuk masukkan ini air. Mau sampai kapan ki mau pakai air begini? Air sumur bor tidak layak,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (16/1/2026).

Terkait pemasangan jaringan air bersih itu, warga menyebut pihak developer sempat menunjukkan surat penolakan dari pihak Perumda dengan alasan lokasi perumahan masuk dalam zona merah. Namun, keterangan tersebut dipertanyakan warga setelah mereka melakukan konfirmasi langsung ke pihak Perumda TM dan mendapatkan penjelasan berbeda.

“Itu mi kami pertanyakan di PDAM begitu terus kah ini perumahan mau zona merah tapi dia bilang orang PDAM tidak dan bisa mi bersurat kembali developer ta,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Hamid, menjelaskan bahwa belum masuknya layanan air bersih ke Perumahan Griya Cinta Pemuda bukan disebabkan status zona merah, melainkan keterbatasan kapasitas dan tekanan air di wilayah tersebut.

“Kemampuan air ke sana sangat kecil dan terbatas,” kata Hamid.

Hamid menjelaskan, keterbatasan suplai air bukan hanya berdampak pada wilayah perumahan yang mengajukan penambahan sambungan baru, tetapi juga dirasakan oleh pelanggan lama yang saat ini sudah terdaftar di jaringan Perumda TM sekitar lokasi tersebut.

“Jangankan mau ditambah, pelanggan yang ada saja sekarang kurang lancar, kemampuan kapasitas kita yang terbatas. Di situ problemnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hamid mengungkapkan bahwa pihak pengelola perumahan sebenarnya sudah beberapa kali mengajukan permohonan resmi agar jaringan Perumda TM dapat masuk ke kawasan Perumahan Griya Cinta Pemuda. Setiap permohonan yang masuk, kata dia, selalu ditindaklanjuti dengan survei teknis di lapangan oleh tim PDAM.

“Iya dua kali. Setiap masuk, kita survei itu dan lemah tekanan. Jadi apa mau diharap datang kalau tekanannya lemah. Kalau dari sisi developer dia sudah berusaha, cuma dari PAM-nya yang terbatas untuk melayani penambahan di sana,” jelasnya.

Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya aliran air dari wilayah Songka yang bisa menjangkau kawasan tersebut, Hamid menegaskan bahwa kondisi itu tidak bisa dijadikan patokan utama. Ia menyebut, sambungan tersebut bersifat sementara dan tidak mewakili kemampuan jaringan Perumda TM secara keseluruhan di wilayah itu.

“Kalau dia satu wilayah, seperti songka dan jalan pemuda. Artinya begini, pelanggan yang ada di dalam itu harusnya bersyukur dengan adanya itu karena di situ dia sambung untuk mereka ambil sementara, jangan itu yang dijadikan dasar,” ungkapnya.

Hamid juga menyinggung praktik pemberian air oleh pelanggan kepada pihak lain tanpa melalui prosedur resmi Perumda TM. Meski secara aturan hal tersebut merupakan pelanggaran, pihaknya masih mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam menyikapi kondisi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Pelanggan itu sebenarnya melanggar karena memberikan air tanpa sepengetahuan Perumda TM, tapi kita melihat dari sisi kemanusiaannya. Kalau secara aturan regulasi, pelanggan yang memberikan itu melanggar karena kasian kalau keluarga dan saudara mau ambil air dari mana,” tuturnya.

Ia menambahkan, permohonan sambungan air di lokasi tersebut sejatinya sudah ada sebelum kawasan perumahan itu dibangun. Hamid bahkan mengaku turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait kondisi riil kemampuan Perumda TM saat ini.

“Yang jelasnya sebelum ada itu perumahan. Saya sendiri yang tinjau langsung dan ketemu itu ibu-ibu saya berikan pemahaman. Kami (Perumda TM) itu nda ada masalah, justru bagus kalau ada penambahan. Cuma itu tadi yang jadi masalah karena kemampuan terbatas,” terangnya.

Adapun solusi jangka panjang yang tengah diupayakan pihaknya bersama Wali Kota Palopo, lanjut Hamid, adalah penambahan kapasitas produksi air bersih. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu karena berkaitan dengan program pemerintah dan pendanaan yang bersumber dari APBN.

“Solusinya itu kalau Perumda TM menambah kapasitas. Itu sedang diurus ini, tapi kan namanya mengurus program apa lagi menggunakan dana APBN yah tentu butuh waktu. Tapi intinya bahwa Perumda dan ibu Wali Kota sudah berusaha untuk bagaimana menambah kapasitas, supaya warga, baik itu yang ada di perumahan maupun non perumahan bisa juga terlayani,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!