Besok Demo DOB Luwu Raya, Akses Perbatasan Lutra-Lutim Ditutup Total

LUTRA,INDEKSMEDIA.ID – Melalui surat edaran Pergerakan Rakyat Luwu Raya, akan digelar aksi demo menuntut pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya (LuRa), maka akses perbatasan Kabupaten Luwu Utara (Lutra) dan Kabupaten Luwu Timur (Lutim), dipastikan akan terjadi kelumpuhan total.

Pasalnya, dalam isi surat tersebut diberitahuakan resmi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lutra serta para pengguna jalan, bahwa pada Senin (12/01/2026), akan dilaksanakan aksi demonstrasi pemekaran Provinsi LuRa.

Sehubungan dengan aksi tersebut, akses jalan di titik-titik aksi akan ditutup secara total mulai pukul 08.00 Wita hingga 17.00 Wita.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas, mencari jalur alternatif, atau menunda perjalanan yang melintasi wilayah terdampak.
Blokade jalan dalam aksi ini bukanlah tindakan serampangan atau bentuk anarkisme, melainkan alat perjuangan politik rakyat yang digunakan ketika berbagai saluran formal telah berulang kali ditempuh namun tidak menghasilkan keputusan yang adil dan tegas,” kata Jenderal Lapangan (Jendlap) Tandi Bali, diiyakan Wakil Jenderal Lapangan (Wajendlap) Resky Ardiansya, melalui surat edaran, tertanggal Minggu (11/01/2026).

Aspirasi pemekaran Provinsi LuRa, lanjut Tandi Bali, telah lama disuarakan melalui dialog, kajian, dan janji politik, tetapi terus mengalami penundaan.

Oleh karena itu, diperlukan tekanan nyata agar suara rakyat tidak lagi diabaikan.

Penutupan jalan dilakukan sebagai bentuk penghentian sementara rutinitas normal jalan raya sebagai ruang publik dan urat nadi aktivitas sosial, ekonomi, dan pemerintahan menjadi medium untuk memastikan negara dan pengambil kebijakan berhenti sejenak, memberi perhatian serius, serta tidak lagi melangkahi aspirasi masyarakat Luwu Raya.

Tujuan dari blokade jalan ini bukan untuk menyusahkan masyarakat, melainkan untuk mendorong lahirnya keputusan politik yang adil dan berpihak. Ketidaknyamanan sementara jauh lebih kecil dibanding ketertinggalan struktural yang terus dialami jika pemekaran Provinsi Luwu Raya terus ditunda.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memahami, mendukung, dan menjaga situasi tetap kondusif, demi satu tujuan bersama, terwujudnya Provinsi Luwu Raya.
Atas perhatian dan pengertian seluruh masyarakat, kami ucapkan terima kasih. Sekali lagi kami mohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!