Akses Jalan Tertutup Longsor di Kelurahan Peta, Warga Minta Pemerintah Datangkan Alat Berat
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kelurahan Peta, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, mengakibatkan tebing tanah longsor dan menutup akses jalan utama penghubung permukiman warga. Material longsor juga menutup drainase sehingga air meluap ke badan jalan dan membuat situasi semakin parah.
Ketua RT 01/RW 02 Rante Maloling, Muhasim, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengikis dinding tanah di pinggir jalan. Kondisi itu memicu runtuhan tanah yang menutup aliran drainase sehingga air meluber ke jalan dan mengganggu mobilitas warga.
“Ini air hujan mengikis dinding tanah sehingga terjadi longsor, dan menutup drainase, sehingga air hujan tidak lagi mengalir ke drainase tapi di jalan,” kata Ketua RT 01/RW 02 Rante Maloling Kelurahan Peta, Muhasim, Senin (24/11/2025).
Ia menambahkan, akibat jalan tertutup material longsor, aktivitas masyarakat di wilayah tersebut sangat terganggu. Warga yang hendak bekerja ke Kota Palopo maupun yang hendak menuju kebun terpaksa harus berhenti karena akses sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan.
“Warga yang mau masuk Kota Palopo untuk mencari nafkah terhalang, begitu pun warga yang mau ke kebun bertani, juga terhalang,” katanya.
Muhasim menegaskan bahwa warga sudah berupaya melakukan penanganan semampunya, namun material longsor terlalu tebal dan membutuhkan penanganan alat berat. Karena itu, ia meminta pemerintah turun tangan secepat mungkin sebelum aktivitas warga lumpuh lebih lama dan risiko bencana susulan terjadi.
“Kami berharap kepada pemerintah, khususnya instansi terkait segera datangkan alat berat,” harapnya.
Sementara itu, Lurah Peta Andi Gafur mengatakan bahwa pihaknya sudah turun langsung meninjau laporan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa longsor terjadi pada Jumat (21/11) sore saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, dan keesokan harinya ia bersama pihak RW langsung meninjau lokasi guna memetakan kebutuhan penanganan darurat.
“Kejadiannya ini hari Jumat sore waktu hujan deras. Besoknya saya bersama RW meninjau lokasi titik longsor,” kata Andi Gafur.
Ia menambahkan bahwa saat ini penanganan sudah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo. Namun alat berat belum dapat diturunkan ke lokasi karena masih digunakan untuk penanganan longsor lain di wilayah Latuppa sehingga harus menunggu giliran.
“Upaya yang kami lakukan sekarang sudah berkoordinasi dengan BPBD Palopo. Kendalanya alat berat dan sekarang masih dipakai di wilayah longsor daerah Latuppa,” jelasnya.
Andi Gafur menyampaikan bahwa pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Dinas PUPR Palopo agar alat berat dapat segera diarahkan ke Kelurahan Peta. Bila tidak segera ada tindak lanjut, menurutnya pihak kelurahan akan kembali melayangkan surat untuk percepatan penanganan.
“Kami sudah sampaikan di Dinas PUPR untuk alat berat. Tapi kalau tidak ditindaklanjuti, kami akan bersurat lagi nanti ke Dinas PUPR,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan