RS At Medika Palopo Terlantarkan Korban Dugaan Malapraktik di Makassar
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Keluarga Basri Sakuta (73), pasien yang diduga mengalami malpraktik oleh dokter di Rumah Sakit At Medika Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menilai pihak RS At Medika, menelantarkan pasien dan keluarga yang mengantar setiba di RS Wahidin Makassar. Tidak hanya itu, keluarga pasien juga menilai RS At Medika terkesan lepas tangan atas kasus yang dialami Basri Sakuta.
Pasien telah dirujuk ke RS Wahidin Makassar, Sabtu malam (15/11/2025), setiba di RS Wahidin Makassar pasien dan keluarga yang mengantar ditinggalkan begitu saja. Padahal, sebelumnya pihak RS At Medika berjanji akan bertanggungjawab sepenuhnya atas kejadian yang dialami Basri Sakuta. Tidak hanya itu, kompensasi sama sekali tidak diberikan sedang kondisi pasien hingga Minggu (16/11/2025) hari ini makin memburuk.
“Mohon dikomunikasikan kembali ke pihak rumah sakit karena sampai hari ini tidak ada kompensasi sama sekali, bahkan kami ditinggalkan begitu saja. Itupun belum ada bentuk tindakan yang diberikan dari RS Wahidin Makassar,” kata anak korban, Aziz menghubungi Indeksmedia Minggu (16/11/2025).
Aziz, menjelaskan ketika sudah ada perintah rujuk ke Makassar dari pihak At Medika, keluarga menyangka seluruh pengurusan di RS Wahidin Makassar, mulai dari tempat rawat hingga lainnya sudah selesai.
Namun, semua itu ternyata baru akan diurus di RS Wahidin Makassar, itupun keluarga yang mengatur semuanya.
“Kami sudah di Makassar, tapi belum ada tindakan sama sekali. Saya kira semua sudah selesai waktu masih di At Medika Palopo, terkait dengan tanggungjawab, tapi kenapa hanya diantar lalu kami ditinggal begitu saja,” terangnya.
Terkait dengan itu, kecaman datang dari Aktivis Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Luwu Raya, Ahmad Farazi.
Menurut Ahmad, harusnya pihak RS At Medika, bertanggungjawab penuh atas segala pengurusan dari Palopo sampai ke RS Wahidin Makassar. Sebab, akibat dari dugaan malpraktik yang menyebabkan pasien hingga dirujuk ke Makassar. Kemudian, pihak RS At Medika harusnya memastikan fasilitas terbaik kepada pasien dan keluarganya sebelum meninggalkan Makassar.
“Ini sama halnya dengan lepas tangan sedang indikasi terjadinya malpraltik hingga pasien dirujuk ke Makassar karena ulah dari penanganan dokter di RS At Medika yang lalai. Ini tidak bisa dibiarkan, sayan sarankan kepada keluarga korban baiknya kasus ini dilaporkan saja ke polisi,” tegas Ahmad.





Tinggalkan Balasan