Kasus Dugaan Kekerasan Tahanan di Polres Luwu Dikecam Keras, Desakan Evaluasi Kapolres Menguat
LUWU, INDEKSMEDIA.ID — Kasus dugaan kekerasan terhadap seorang tahanan bernama RN di Polres Luwu menuai kecaman luas dan memicu desakan evaluasi terhadap pimpinan kepolisian setempat.
RN diduga mengalami penganiayaan oleh oknum anggota Polres hingga menderita luka lebam di bagian kepala akibat pukulan menggunakan sandal dan tongkat.
Ayah korban, SM, mengungkapkan bahwa penganiayaan tersebut terungkap setelah keluarga memaksa anaknya untuk bercerita jujur mengenai kondisi yang dialaminya selama berada di dalam tahanan.
“Ibunya memaksa RN untuk jujur. Akhirnya anak kami mengaku kalau dia sering dipukuli oleh oknum polisi. Katanya dipukul pakai sandal dan tongkat,” ujar SM kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).
SM juga menyebut, anaknya melihat tahanan lain turut mengalami perlakuan serupa, namun tidak berani melapor karena takut akan dampaknya.
“Dia dipukul di kepala pakai benda tumpul. Bukan cuma anak kami yang jadi korban, tapi tahanan lain juga. Hanya saja mereka takut bersuara,” tambahnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kanit Pamminal Propam Polres Luwu, Aipda Andi Arham, membenarkan adanya laporan resmi dari keluarga korban.
“Iya, kami terima laporan orang tuanya dua hari lalu,” kata Andi Arham, Sabtu (8/11/2025).
Ia menegaskan pihaknya akan memproses laporan tersebut sesuai prosedur dan melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang dilaporkan.
“Kami akan dalami, oknum polisi yang dilaporkan akan kami tanyai soal itu.”
“Kalau anggota yang dilaporkan, belum diperiksa, kemungkinan Senin baru diperiksa.” Ia menambahkan.
Kasus ini juga mendapat kecaman keras dari Sekretaris KAHMI Luwu, Isnul Ar Ridha, yang menilai tindakan kekerasan di lingkungan kepolisian tidak dapat ditoleransi. Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan pimpinan terhadap perilaku anggotanya.
“Kapolres terlalu sering terlihat di luar wilayah, sibuk dengan hobi ngetrail, sementara anggotanya banyak melakukan pelanggaran,” ujar Isnul dengan nada tegas.
Lebih lanjut, ia meminta Kapolda Sulawesi Selatan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres Luwu.
“Polri seharusnya menjadi institusi yang menjaga kepercayaan publik, bukan justru menambah deretan masalah di tengah masyarakat. Kami menuntut transparansi dan tindakan tegas agar ada keadilan bagi korban serta pencegahan agar hal seperti ini tidak terulang,” tambahnya. (Andri)





Tinggalkan Balasan