Sejumlah Proyek Milik Cipta Karya Dikerja Asal-asalan, Anggota DPRD Palopo Kecewa
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Proyek penutupan drainase di Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, menuai sorotan dari berbagai pihak. Hal itupun memicu reaksi kekecewaan terhadap anggota DPRD Kota Palopo, Andi Muh Tazar.
Tazar, mengungkapkan kekecewaannya setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (6/11/2025) pagi tadi.
Proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur ini diduga menggunakan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek).
Tazar menyoroti bahwa pekerjaan rabat beton lebih dominan daripada pembuatan manhole atau penutup drainase yang sesuai standar, padahal masyarakat Pontap lebih membutuhkan manhole.
“Masyarakat Pontap itu inginkan sebenarnya manhole atau penutup drainase. Tapi ini pekerjaan rabat lebih dominan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya pengawasan dari konsultan proyek.
“Saya dapat info juga sudah berapa hari kerja tapi tidak ada konsultan pengawas datang. Itu disayangkan karena kan ini kita mau lihat mutu pekerjaan,” tambahnya.
Temuan yang paling mengkhawatirkan adalah penggunaan material beton yang tidak sesuai dengan bestek. Bestek proyek menggunakan beton mutu rendah (K-175) dengan campuran pasir dan kerikil saring. Namun, di lapangan ditemukan penggunaan pasir cor yang kualitasnya lebih rendah.
“Walaupun dia kerja rabat beton, tapi di dalam rabat beton itu besteknya itu dia memakai K 175 namanya beton mutu rendah yang di mana itu pasir campur kerikil saring. Tapi yang didapat di lapangan ini pasir campur pasir cor lagi namanya,” tegasnya.
Seorang pengerja proyek yang ditemui di lapangan menyatakan bahwa mereka hanya bertugas mengawasi pekerjaan dan mengikuti gambar yang ada.
“Kita hanya ikuti gambar yang ada, yang tahu ini si pemilik proyek “MH” yang mantan anggota dewan periode lalu, banyak proyek yang dia kerjakan di Palopo,” kata pekerja yang enggan disebut namanya.
Tazar juga mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui bahwa rekanan dengan inisial “MH” mengerjakan hampir semua proyek di Kota Palopo.
“Hal ini menimbulkan pertanyaan ada apa? Ini bisa saja timbulkan potensi konflik kepentingan,” sorot Tazar.
“Saya mau serahkan kepada dinas terkait untuk segera menindaklanjuti hasil sidak saya hari ini karena kebetulan saya yang pembawa aspirasi ke di situ,” pungkasnya.
Tidak hanya itu, seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan kekecewaannya karena warga lokal tidak dilibatkan dalam proyek tersebut.
“Maunya itu kalau ada proyek kasi info kita ini sebagai tuan rumah untuk ada dikerja, kenapa mesti pakai tenaga luar padahal ada kita yang bisa kerja,” ucapnya.(Andri)





Tinggalkan Balasan