Triseni Rera Pengagas Digitalisasi Mutasi Siswa, Launching Tahun Depan
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palopo terus berupaya meningkatkan pelayanan publik dengan meluncurkan program digitalisasi mutasi siswa yang direncanakan akan mulai Launching Januari 2026 (tahun depan).
Pengagas program tersebut adalah Triseni Rera Anderini, seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Palopo.
Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah proses mutasi siswa bagi masyarakat, yang selama ini dianggap rumit dan memakan waktu.
Program tersebut disosialisasikan di Aaula Disdik Kota Palopo, dengan mengundang para operator sekolah, Senin (3/11/2025),
“Selama ini, masyarakat seringkali kesulitan mengurus mutasi siswa karena berbagai faktor, seperti jarak tempat tinggal yang jauh dari kantor dinas, membawa anak kecil, atau keperluan mendesak untuk pindah sekolah. Selain itu, proses manual juga memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit,” kata Triseni Rera Anderini.
Dengan adanya program digitalisasi ini, orang tua siswa tidak perlu lagi datang ke Dinas Pendidikan untuk mengurus mutasi. Cukup dengan mengakses sistem secara online, mereka dapat mengajukan permohonan mutasi dengan lebih mudah dan efisien.
“Perbedaan yang sangat terasa dari digitalisasi ini dengan cara manual adalah efisiensi waktu dan biaya. Jika sebelumnya orang tua harus bolak-balik ke sekolah asal, sekolah tujuan, dan Dinas Pendidikan, dengan sistem ini mereka hanya perlu mengaksesnya secara online,” jelas Triseni.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat menghilangkan perasaan tidak enak yang seringkali dirasakan masyarakat saat berurusan dengan birokrasi.
“Dengan sistem digital, masyarakat tidak perlu merasa berhutang budi atau khawatir memberikan sesuatu sebagai ucapan terima kasih,” tambahnya.
Dinas Pendidikan mencatat bahwa angka mutasi siswa di Kota Palopo cukup tinggi, terutama saat musim kenaikan kelas, yang bisa mencapai 100 mutasi per bulan. Oleh karena itu, program digitalisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Saat ini, program digitalisasi mutasi siswa masih dalam tahap pengurusan tanda tangan elektronik di Dinas Kearsipan. Namun, uji coba sistem akan segera dilakukan dalam waktu dekat untuk memastikan kelancaran implementasi pada Januari 2026.
Meskipun biaya pengembangan program ini ditanggung secara pribadi oleh Triseni, diharapkan program ini dapat menjadi contoh inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah daerah.
“Semua yang besar dimulai dari yang sederhana. Jika program ini berhasil, bukan tidak mungkin pemerintah akan melirik dan mengembangkannya menjadi lebih besar lagi,” harapnya.(Andri)





Tinggalkan Balasan