Penyandang Disabilitas di Luwu Turut Terlibat dalam Pengelolaan Sampah di DAS Suso

Jibril Daulay Jibril Daulay
Pelatihan Pengelolaan Sampah Inklusif untuk Pelestarian DAS Suso, pada Kamis (23/10/2025) di Desa Cakkeawo, Kecamatan Suli. (dok: PPDI Luwu Raya)

LUWU, INDEKSMEDIA.ID — Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, dan pemuda sering kali tidak dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Stigma sosial yang masih kuat dan terbatasnya akses partisipasi menjadi hambatan bagi mereka untuk berperan dalam proses pembangunan, termasuk dalam menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS).

Menjawab tantangan tersebut, berbagai komunitas dan lembaga masyarakat di Kabupaten Luwu menggelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Inklusif untuk Pelestarian DAS Suso, pada Kamis (23/10/2025) di Desa Cakkeawo, Kecamatan Suli.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kapasitas dan peran kelompok rentan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah hilir DAS Suso.

“Pelatihan ini adalah tindak lanjut dari rencana aksi komunitas dan pelibatan penyandang disabilitas dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim yang telah dirumuskan sejak tahun 2024,” ujar Basri Andang, penanggung jawab kegiatan sekaligus Koordinator Wilayah V PPDI Luwu Raya, Mnggu (26/10/2025).

Dia menyebutkan pelatihan ini diinisiasi sebagai bentuk kolaborasi lintas lembaga antara organisasi lingkungan, organisasi penyandang disabilitas, dan perguruan tinggi. Kegiatan ini diikuti dan didukung oleh WANUA LESTARI, DPC PPDI Luwu, Pusat Studi SDGs Universitas Andi Djemma (Unanda), dan Bank Sampah Baruga Yayasan Bumi Sawerigading (YBS).

Dalam sesi pelatihan, tiga narasumber dihadirkan untuk memberikan pandangan dari berbagai bidang — hukum lingkungan, inklusivitas sosial, dan praktik pengelolaan sampah.

Dr. Abdul Rahman Nur, SH., MH., akademisi dan pakar hukum lingkungan, menekankan pentingnya pengelolaan DAS berbasis komunitas dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta memperkuat kelembagaan lokal agar menjadi pelaku utama dalam pelestarian lingkungan.

Kemudian, Bakhtiar, Ketua DPC PPDI Kabupaten Luwu, menyoroti pentingnya partisipasi kelompok rentan dalam kebijakan lingkungan.

“Inklusivitas bukan sekadar partisipasi simbolik, tetapi keterlibatan nyata dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan lingkungan,” tegasnya.

Pemateri selanjutnya, Abdul Malik Saleh, S.T., praktisi pengelolaan sampah dari Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Palopo, memperkenalkan praktik pemilahan sampah dan model Bank Sampah Baruga, yang telah berhasil mengubah sampah menjadi sumber ekonomi produktif.

Ia memperkenalkan konsep 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Regulate, Remind) dan inovasi pengolahan sampah organik berbasis larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurangi limbah organik rumah tangga.

Sebagai hasil dari pelatihan, para peserta menyepakati rencana aksi konkret di tingkat komunitas dan organisasi, antara lain:

  • Pembentukan dan pelatihan pengurus bank sampah lintas organisasi (Forhati, Fatayat NU, PPDI).
  • Sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Malela dan Cakkeawo.
  • Pelatihan pembuatan pupuk cair dari sampah organik di Desa Cimpu dan Buntu Kunyi.
  • Koordinasi pengelolaan sampah di lingkungan SLB Al-Imam bersama pemerintah setempat.

Basri Andang menyampaikan bahwa rencana aksi ini akan menjadi komitmen bersama lintas komunitas dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang inklusif dan berkeadilan.

“Inklusivitas dalam pengelolaan sampah bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi tentang membangun masa depan lingkungan yang adil, lestari, dan berdaya,” pungkas Basri.

Peserta yang hadir terdiri dari penyandang disabilitas dan perempuan dari tujuh desa di wilayah hilir DAS Suso, aparat pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup Luwu, PPDI Luwu, SLB Al-Imam, serta perwakilan Forhati, Fatayat NU, Karang Taruna Suli, dan tokoh masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!