PT CSI Hentikan Penjemuran Usai Diprotes Aroma Busuk Ikan Teri, Ini Solusi Camat Telluwanua

Jibril Daulay Jibril Daulay
Ilustrasi

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID — Operasional PT Crown Seafood Indonesia (CSI) di Kelurahan Batu Walenrang (Batwal), Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, dihentikan sementara menyusul keluhan warga sekitar terkait bau busuk yang ditimbulkan dari aktivitas pengeringan ikan teri.

Camat Telluwanua, Erick, membenarkan keputusan penghentian tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (9/10/2025). Ia mengatakan, penghentian sementara dilakukan sambil menunggu perbaikan sistem pengolahan limbah perusahaan.

“Saya juga pernah langsung cek di sana dan sementara mereka memperbaiki pengolahan limbahnya. Jadi dikasih waktu. Berdasarkan laporan Pak Lurah, untuk sementara dihentikan dulu, sambil menunggu dan menyelesaikan pengolahan limbahnya,” jelas Erick.

Keputusan penghentian operasional ini merupakan tindak lanjut dari mediasi di kantor Kelurahan Batu Walenrang beberapa pekan lalu, yang dihadiri oleh pihak kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan perwakilan warga.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa mulai 2 Oktober 2025, kegiatan pengelolaan ikan kering dihentikan sementara agar perusahaan dapat memperbaiki fasilitas pengolahan limbah dan tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Warga menyampaikan keberatan mereka terhadap aktivitas pengeringan ikan teri yang berlokasi cukup dekat dengan permukiman. Aroma menyengat dari proses produksi disebut mengganggu aktivitas harian dan kualitas lingkungan sekitar.

Erick mengakui bahwa kondisi ini merupakan situasi dilematis. Di satu sisi, keberadaan PT CSI  memberikan lapangan pekerjaan dan mendukung perekonomian lokal. Namun, di sisi lain, aktivitas pengolahan ikan tersebut menimbulkan gangguan bagi sebagian warga.

“Karena kayak dua sisi mata pisau, beberapa warga juga di sana menggantungkan rejeki dari lapangan pekerjaan yang mereka buka, jadi cukup membantu perekonomian masyarakat sekitar, tapi di satu sisi ada warga yang terganggu dengan limbahnya,”ungkapnya.

Oleh karena itu, Erick menegaskan bahwa pihaknya akan terus berusaha mencari solusi terbaik (win-win solution) agar semua warga masyarakat merasa nyaman.

“Jadi tetap kita berusaha mencari win-win solution agar semua warga masyarakat merasa nyaman,” pungkasnya.(Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!