Soal LGBT, Menhut DEMA UIN Palopo Pertanyakan Integritas Kampus

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Mentri Politik dan Hukum (Menhut) DEMA UIN Palopo, Indra Nasir ikut angkat bicara.

Itu soal Dosen dan mahasiswa terlibat skandal LGBT, via WhastApp (WA) kirim foto jenis kelamin.

Indra Nasir mempertanyakan integritas kampus yang di kenal sebagai salah satu kampus yang selalu melahirkan tokoh-tokoh dan pemikir hebat.

Namun dalam kasus yang melibatkan dosen dan mahasiswa dinilai lambat dalam menangani proses daripada problem yang sampai detik ini masih hangat di perbincangkan (Kasus LGBT).

“Kasus ini tentunya tidak hanya menjadi perbincangan dalam internal UIN Palopo, namun juga menjadi isu yang hangat di Kota Palopo dan Sulawesi Selatan, berbagai tokoh aktivis mulai dari internal dan alumni UIN Palopo dan beberapa aktivis yang ada di kota Palopo hari ini mulai mempertanyakan apakah kampus UIN Palopo mampu memberikan sanksi tegas, cepat dan terukur sesuai dengan tuntutan mahasiswa yang sampai hari ini belum memiliki titik terang,” kata Indra Nasir, kepada Indeksmedia Selasa (30/09/2025).

Diakuinya, masalah tersebut sempat diadakan audiens dengan pihak kampus dalam hal ini Wr 3 dan juga di hadiri oleh Wd 3 FTIK, Wd 3 FUAD ketua PPKS yang dimana ada pernyataan kontroversi yang kemudian juga di ucapkan oleh pihak PPKS yang merespon pernyataan mahasiswa di salah satu media yang kemudian di respon oleh pihak PPKS.

“Disitu PPKS menyebut bahwa mereka bisa saja melaporkan kami (mahasiswa) atas pernyataan tersebut. Nah ini kan yang kemudian menjadi tanda tanya besar yang dimana bukannya menjawab dan membuktikan sejauh mana kemampuan dalam penanganan ini justru ingin melaporkan mahasiswa sendiri yang berjuang sejak awal untuk mendapatkan keadilan ini,” terangnya.

“Kalau kita membaca Dirjen seharusnya dalam proses ini oknum yang terduga pelaku sudah di skorsing terlebih dahulu selama proses berlangsung akan tetapi info yang kemudian beredar bahwa langkah ini belum juga di tempuh oleh pihak kampus,” jelasnya.

Kalau Kemudian pihak kampus hari ini tambah dia, selalu mengatakan bahwa proses tidak akan di tindaklanjuti apabila tidak ada laporan resmi daripada korban, namun mahasiswa menganggap bahwa jangan kemudian mahasiswa buta dan tuli dalam melihat fakta yang kemudian beredar bahwa ada oknum dosen yang melakukan tindakan LGBT.

kalaupun kemudian berdasarkan pernyataan kontroversi yang di keluarkan oleh pihak kampus bahwa korban tidak merasa dilecehkan dan lain sebagainya tentunya sebagai orang-orang yang kemudian selalu mengawal daripada kasus ini memahami kenapa korban mengatakan seperti itu.

“Yah tentunya karena persoalan psikologi dan lain sebagainya, akan tetapi lagi-lagi jangan kemudian kita ingin menghilangkan fakta bahwa di kampus UIN Palopo ada tindakan yang melanggar kode etik dalam PTKIN, dan juga melanggar daripada Kode Etik seorang ASN sehingga kami tak akan berhenti mempertanyakan sejauh mana pihak kampus bertindak dan apa yang kemudian menjadi keputusan yang akan di ambil apakah kemudian akan sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa atau seperti apa. Nah lagi-lagi tentunya integritas kampus UIN hari ini sedang di pertaruhkan dan untuk menjawab persoalan itu tentunya jawabannya ada pada tindakan dan keputusan yang akan di ambil nantinya oleh pihak kampus,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!