Dai Milenial Palopo Ingatkan Bahaya Moral Jika THM di Kawasan Pantai Labombo Kembali Dibuka
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Wacana pembukaan kembali Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Pantai Labombo Palopo terus menuai sorotan publik. Kali ini datang dari Dai Milenial Kota Palopo, Ustaz Firmansyah Arif Gani, yang menilai rencana tersebut sebagai persoalan serius yang patut diwaspadai.
“Terkait dengan wacana tempat hiburan malam yang di Labombo itu, menurut saya ini perkara yang memprihatinkan juga,” kata Ustaz Firmansyah, Rabu (24/9/2025).
Ia mengingatkan, Kota Palopo selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, budaya, dan akhlak mulia. Karena itu, menurutnya, upaya membuka kembali THM bertolak belakang dengan identitas Palopo.
“Karena perlu kita pahami bahwa kota kita ini adalah kota yang diberkahi, kota yang kemudian menjaga nilai-nilai akhlak dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar,” katanya.
Lebih jauh, Ustaz Firmansyah menekankan pentingnya menjaga masyarakat dari hal-hal yang dapat mengundang kemurkaan Allah SWT. Ia menyinggung sebuah hadis Nabi yang menegaskan setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
“Kita juga harus memelihara dari perkara-perkara yang mengundang murkanya Allah Subhanahu Wata’ala. Kan ada dalam hadis itu disebutkan Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi, bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban oleh yang dipimpinnya dan juga bertanggung jawab apa yang terjadi terutama di Kota Palopo,” paparnya.
Menurutnya, THM sering kali menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk kemaksiatan. Mulai dari pergaulan bebas, minuman keras, hingga hal-hal lain yang merusak tatanan keluarga dan generasi muda.
“Kalau kita melihat, dari latar belakang THM ini sering kali menjadi pintu masuknya kemaksiatan seperti pergaulan bebas, minuman keras dan hal-hal yang merusak tatanan keluarga serta generasi muda,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tugas seorang dai bukan hanya berdiam diri, melainkan harus aktif mengingatkan umat. Namun, ia menekankan pentingnya menyampaikan seruan itu dengan cara yang bijak.
“Maka tugas kita bukan sekedar diam, tapi kami ini yang tugasnya untuk mengingatkan dan menyeru bahwa semuanya itu harus dilakukan dengan cara-cara yang baik, dengan cara yang hikmah dan penuh kasih sayang,” tuturnya.
Ustaz Firmansyah berharap agar wacana pembukaan THM di Labombo tidak pernah terealisasi. Ia mengingatkan, jika dibiarkan, hal itu bisa berimplikasi serius, bukan hanya pada moral masyarakat tetapi juga pada keberkahan kota yang selama ini dijaga dengan nilai religiusitas.
“Dan harapannya mudah-mudahan THM ini tidak dibuka kembali dan mudah-mudahan itu hanya sekedar wacana saja. Jangan sampai ketika itu dibuka akan menimbulkan murkanya Allah dan merusak tatanan generasi muda,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan