Wali Kota Palopo Absen, Paripurna RPJMD Diwarnai Walk Out Tiga Fraksi DPRD

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Rapat paripurna penyerahan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palopo batal dilanjutkan setelah tiga fraksi meninggalkan ruang sidang. Fraksi PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai NasDem kompak walk out karena kecewa Wali Kota Palopo, Hj. Naili, tidak hadir.

“Tadi kita sama-sama melihat tiga fraksi itu walk out. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk melanjutkan karena sudah tidak kuorum,” kata Ketua DPRD Palopo, Darwis, Kamis (18/9/2025).

Darwis menjelaskan, penjadwalan paripurna sudah melalui proses klarifikasi dengan Wali Kota Palopo. Awalnya rapat dijadwalkan pada Selasa, namun Wali Kota masih memiliki agenda di Jakarta. Jadwal kemudian digeser ke Kamis pukul 14.00 Wita sesuai komitmen kehadiran Wali Kota.

“Terus hari Kamis jam dua. Sebelumnya itu kita berembuk lagi dan kita putuskan untuk ikuti jadwal Wali Kota yang akan menghadiri rapat paripurna penyerahan RPJMD ini di hari Kamis jam dua,” katanya.

Menurutnya, ketidakhadiran Wali Kota dalam rapat tersebut bukan hanya soal teknis, melainkan menyangkut prinsip dan etika. DPRD, kata Darwis, menganggap kehadiran kepala daerah adalah bentuk penghargaan terhadap lembaga legislatif.

“Ini lebih ke prinsip dan ini etika. Pada saat kita menyatakan kita akan menghadiri, terus kita berada di tempat? Kecuali Wali Kota tidak berada di tempat (Kota Palopo),” ujarnya.

Darwis menambahkan, penetapan jadwal sudah dilakukan secara cermat melalui rapat klarifikasi, sehingga absennya Wali Kota dalam paripurna kali ini tidak bisa ditoleransi.

“Kita mau dia hadir, kita juga sudah klarifikasi. Kecuali rapat ini tidak melalui rapat klarifikasi, baru. Kita menentukan jadwal ini betul-betul melalui proses,” tegasnya.

Ia juga menyinggung prinsip budaya lokal yang seharusnya dijunjung tinggi dalam hubungan antara eksekutif dan legislatif.

“Kita ini setara. Sekarang saya tanya, pertemuan apa yang lebih penting dari rapat paripurna ini? Kita ini punya prinsip Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge. Itu harus dihargai,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin, mengatakan bahwa dirinya hadir mewakili Wali Kota sebagai bentuk penghormatan terhadap lembaga legislatif. Menurutnya, ketidakhadiran Wali Kota disebabkan padatnya agenda, termasuk pertemuan dengan tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Selama ini, Beliau (Wali Kota) menghadiri langsung rapat paripurna di DPRD. Barusan kali ini saya mewakili Wali Kota karena ada beberapa agenda. Saya mewakili Beliau wujud menghargai rapat paripurna,” kata Akhmad.

Ia menambahkan, pihaknya tetap menghargai keputusan pimpinan DPRD yang menunda jalannya paripurna tersebut.

“Saya juga kan kepala daerah, tetapi ya kita menghargai keputusan Dewan,” ujarnya.

Di sisi lain, anggota DPRD Palopo dari Fraksi Demokrat, Cendrana Saputra Martani (CSM), menyayangkan sikap tiga fraksi yang menolak melanjutkan rapat hanya karena Wali Kota tidak hadir. Menurutnya, kehadiran Wakil Wali Kota seharusnya cukup, mengingat paripurna kali ini hanya beragendakan penyerahan draf RPJMD.

“Tidak ada salahnya Wali Kota diwakili wakilnya. Kan agendanya baru penyerahan draft RPJMD. Belum ada keputusan untuk ditandatangani Wali Kota,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!