Oknum Komisioner Baznas Palopo Dalih Dana Infaq untuk Qurban, Imam Masjid Beri Bantahan

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Komisioner Baznas Palopo berinisial IB buka suara terkait polemik dana Infaq Rumah Tangga Muslim (IRTM) Masjid Nur Afiat yang sempat menjadi sorotan. Ia berdalih penggunaan dana itu dilakukan demi memastikan seluruh warga sekitar masjid mendapat bagian qurban secara merata.

“IRTM ini untuk mengantisipasi adanya kekurangan kelompok atau bagian qurban yang akan kami salurkan ke para masyarakat yang berada di sekitar masjid,” kata IB, Kamis (4/9/2025).

IB juga menampik anggapan bahwa dana digunakan tanpa sepengetahuan pihak masjid. Ia menyebut imam masjid mengetahui penggunaan dana tersebut sejak awal.

“Kronologisnya tentang penggunaan Infaq Rumah Tangga Muslim itu, sebenarnya sudah diketahui oleh imam satu masjid Nur Afiat,” tegasnya.

Lebih lanjut, IB menjelaskan keputusan menggunakan dana IRTM diambil saat mendekati hari pelaksanaan Idul Qurban. Saat itu, kata dia, kondisi sudah mendesak karena adanya kekurangan satu bagian qurban yang harus segera dilengkapi.

“Dengan adanya kekurangan satu bagian pada saat dekat hari H yang kondisinya tidak bisa diindahkan lagi sehingga kita menggunakan dana cadangan IRTM tersebut untuk menggenapkan qurban tersebut, sampai qurban tersebut bisa tersalur pada para jemaah,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Imam Masjid Nur Afiat, Abdullah, membantah pernyataan Komisioner Baznas Palopo berinisial IB yang menyebut dirinya mengetahui penggunaan dana infaq untuk menutupi kekurangan qurban.

Abdullah mengatakan namanya memang tidak disebutkan secara eksplisit, namun publik tahu bahwa dirinya yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.

“Kan dalam video itu disebutkan identitas saya selaku Imam satu, walaupun tidak menyebut nama tapi orang tahu kalau itu saya,” kata Abdullah.

Ia menjelaskan, saat itu dirinya hanya bertugas sebagai amil zakat dan pernah diminta untuk mengupdate data zakat. Abdullah menyebut bahkan ada pembicaraan terkait rencana penyerahan dana infaq ke Baznas, namun tidak pernah terealisasi.

“Saat itu saya sebagai Amil Zakat. Pas ketika saya diminta untuk up data zakat, itu mau diserahkan karena ada juga bahasanya keluar kalau itu mau dia berikan ke Baznas. Tapi tidak ada penyerahan yang terjadi,” ungkapnya.

Abdullah mengaku heran dengan alasan IB yang kemudian menyebut dana dipakai untuk kesiapan qurban. Menurutnya, dalih tersebut tidak bisa diterima.

“Tiba-tiba berdalih kalau uang ini dipakai untuk kesiapan kekurangan Qurban. Dia mau berlindung ke situ tapi tidak masuk akal,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!