Bayar Polisi! FMPPH Minta Kapolri Copot Kapolres Palopo

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Forum Mahasiswa Peduli Penegakan Hukum (FMPPH) Kota Palopo, berteriak di depan Polres Palopo, terkait adanya sistem penegakan hukum yang terkesan dibayar.

Banyak kasus korupsi yang dilaporkan ke Polres Palopo, termasuk rehabilitasi Rumah Jabatan (Rujab) Walikota dan normalisasi sungai yang didalamnya terindikasi penyalahgunaan anggaran sampai hari ini belum ada kejelasan hukumnya.

Itu disampaikan FMPPH saat berorasi pada aksi demonstrasi yang dilancarkan di depan Mapolres Palopo, Kamis (31/07/2025).

Dibawah terik matahari yang begitu menyengat mahasiswa tetap merapatkan barisan meminta Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma karena dinilai tidak mampu menyelesaikan kasus yang masuk ke Polres Palopo.

“Selama penyidik selalu dibayar maka jangan harap penegakan hukum di Polres Palopo, akan berjalan dengan baik. Inilah yang akan kami laporkan termasuk Kapolres Palopo dan jajarannya yang dianggap selalu masuk angin,” kata Jenderal Lapangan (Jendlap) disela-sela aksinya, Fery kepada Indeksmedia.

Spanduk yang dibentang kurang lebih lima meter bertuliskan kasus korupsi normalisasi sungai dan rehab Rujab Walikota sengaja di pampang sebagai bentuk kekecewaan FMPPH terhadap Polres Palopo.

“Kami berdiri disini hanya untuk membersihkan kotoran-kotoran yang selalu merusak citra baik Polri dimata masyarakat,” tegasnya.

Dalam orasinya, terlihat tidak ada satupun perwira Polres Palopo yang menyambut aksi demo mahasiswa.

Kendati demikian, semangat berkobar-kobar para mahasiswa kembali menyala saat pembakaran ban mobil yang kedua kalinya dilakukan.

“Ini bentuk kekecewaan kami terhadap penegakan hukum di Polres Palopo,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!