Atlet Silat Luwu Tetap Semangat Ikuti Kejuaraan Meski Modal Pribadi
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Di tengah minimnya dukungan dari pemerintah daerah, para atlet Pencak Silat dari Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Luwu tetap menunjukkan semangat juang tinggi.
Mereka kini tengah bersiap mengikuti serangkaian ajang bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan biaya mandiri.
Persiapan intensif dilakukan untuk menghadapi tiga agenda besar: Kejuaraan Nasional Unhas Cup 2025 yang saat ini sedang berlangsung, Kejuaraan Dunia Tapak Suci di Malang pada 30 Juli – 3 Agustus 2025, serta Pra Porprov Sulsel 2025 yang dijadwalkan digelar pertengahan September.
Menariknya, seluruh kebutuhan latihan, perjalanan, hingga perlengkapan ditanggung secara mandiri oleh para atlet dan pelatih, tanpa sokongan anggaran dari pemerintah kabupaten.
Ketua Dewan Pelatih Tapak Suci Luwu, Oddang Abbas, menyampaikan bahwa semangat para atlet tidak pernah luntur meski harus mengeluarkan biaya sendiri untuk bertanding.
“Kami tetap semangat walaupun menggunakan dana pribadi. Ini bentuk pengabdian dan kecintaan terhadap perguruan dan daerah,” kata Oddang saat dikonfirmasi, Kamis (10/7/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah daerah, namun pihaknya tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menyerah.
“Sejauh ini belum ada bantuan dari Pemda, tapi itu tidak menjadi alasan untuk menyerah,” tegasnya.
Oddang, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Prestasi IPSI Luwu, mengapresiasi dedikasi para atlet yang tak hanya mengejar medali, tetapi juga menjaga nama baik perguruan Tapak Suci di kancah nasional dan internasional.
“Ini bukan sekadar kompetisi. Ini perjuangan. Semoga ini membuka mata pihak-pihak yang seharusnya hadir memberi dukungan,” tambahnya.
Kondisi yang dialami Tapak Suci Luwu sangat kontras dengan atlet dari Kabupaten Gowa. Sebanyak empat atlet Tapak Suci Gowa mendapat dukungan penuh dari Pemkab Gowa, termasuk akomodasi, perlengkapan, hingga dukungan moral dari kepala daerah, untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Tapak Suci di Universitas Brawijaya, Malang.
Dukungan seperti itu diyakini sangat membantu kesiapan mental dan fisik atlet menghadapi ajang berskala internasional.
Meski demikian, para atlet Luwu tak surut semangat. Mereka tetap bertekad membawa pulang prestasi dan membuktikan bahwa keterbatasan finansial tidak bisa menghalangi dedikasi terhadap olahraga dan daerah.
“Kami tidak menuntut apa-apa, hanya ingin diberi ruang. Kami juga berjuang untuk Luwu,” tutupnya.





Tinggalkan Balasan