UMKM Gula Aren Palopo Didorong Go Digital, Dispar Fasilitasi Lewat Platform E-Commerce

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palopo mendorong pelaku UMKM, khususnya pengusaha gula aren, untuk masuk ke pasar digital.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memfasilitasi pemasaran produk lewat platform e-commerce seperti Shopee.

“Kita sudah masukkan ke Shopee. Jadi beberapa produk UMKM sudah bisa dilihat dan dibeli di sana. Itu salah satu terobosan yang kita lakukan agar UMKM bisa go digital,” ujar Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Palopo, Ade Chandra, Kamis (10/7/2025).

Menurutnya, digitalisasi menjadi bagian penting dari strategi promosi produk lokal unggulan. Gula aren, misalnya, merupakan salah satu produk yang sudah diperkenalkan ke publik melalui Palopo Art Festival 2024 dan kini mulai dipasarkan secara daring.

“Gula aren kalau tidak salah dulu itu pernah kita tampilkan di Palopo Art Festival. Produk ini punya nilai jual, apalagi sekarang masyarakat mulai beralih dari gula putih ke gula aren karena lebih sehat,” tambahnya.

Ade menjelaskan, pengembangan UMKM seperti gula aren tak bisa ditangani satu dinas saja. Promosi, produksi, hingga legalitas melibatkan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

“Ada satu UMKM bisa dikeroyok oleh banyak dinas. Misalnya Dinas Pariwisata, Dinas UMKM, Dinas Perdagangan, dan Dinas Perindustrian. Kita di pariwisata fokusnya mempromosikan saja,” jelasnya.

Namun, ada tantangan teknis yang masih dihadapi, khususnya dalam sistem integrasi data antara marketplace dengan website resmi Pemkot Palopo.

“Website-nya Pemkot itu lagi rusak. Jadi transaksinya langsung masuk ke Shopee. Kami belum bisa pantau perkembangan data UMKM karena sistem belum tersambung. Entah kenapa, mungkin di-hack atau gangguan teknis,” ungkapnya.

Dari sisi kemasan, produk gula aren kini juga sudah berkembang lebih modern. Beberapa produsen bahkan telah memproduksinya dalam bentuk bubuk siap pakai.

“Sekarang gula aren itu sudah ada dalam bentuk bubuk, sudah di-packing. Jadi tampilannya lebih modern dan siap bersaing di pasar,” terangnya.

Selain dari wilayah Tandung, gula aren juga diproduksi di Kambo. Beberapa UMKM bahkan telah mendapat sertifikasi halal dan pendampingan dari BPOM, meski belum semuanya.

“Di Kambo juga ada. Salah satunya sudah kita bantu sampai label halalnya keluar, bahkan dari BPOM juga sudah dibantu. Tapi memang belum semua, baru beberapa produk,” tuturnya.

Dinas Pariwisata juga berupaya agar data pelaku UMKM bisa diakses publik secara digital, agar konsumen tahu lokasi produksi hingga jalur pembelian.

“Kemarin kita sudah coba pakai website. Kita input satu per satu alamat produksinya dan tempat pembeliannya, supaya masyarakat tahu di mana bisa mendapatkan produk-produk ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!