Destinasi Wisata Palopo Belum “Direkeng” Turis Mancanegara
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kota Palopo, dikenal sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang pernah meraih tujuh piala Adipura.
Selain itu, destinasi wisatanya juga kerap dipromosikan ke luar daerah bahkan hingga ke negara luar.
Sayang, destinasi wisata yang sudah ada di kota berjuluk Idaman itu, ternyata belum “direkeng” atau belum masuk dalam hitungan para turis mancanegara.
Hal tersebut menjadi pukulan berat bagi Dinas Parawisata Kota Palopo.
Dimana Palopo yang hanya dijadikan tempat berlabuh, menjadi tantangan tersendiri bagi instansi yang mengurus persoalan parawisata di Kota Palopo.
Salah satu bukti, sandarnya Kapal Pesiar yang membawa sebanyak 80 turis, tiga hari lalu Berlabu di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo, begitu turun dari kapal para turis langsung tertuju ke Kabupaten Toraja, sedang Kota Palopo hanya dijadikan sebagai tempat bersandarnya kapal yang ditungkangi.
“Malu dong, kalau hanya dijadikan tempat persinggahan saja. Ini menandakan destinasi wisata di Palopo belum masuk hitungan orang luar. Kesyukuran kita, Palopo punya fasilitas pelabuhan yang memadai, jadi yang harus kita pikirkan apa yang harus dilakukan kedepan supaya turis-turis yang mampir di Palopo bisa menarik perhatian mereka,” kata Adi, salah satu warga Tanjung Ringgit kepada Indeksmedia, Rabu (02/06/2025).
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Syahbandar, Amiruddin mengungkapkan kedatangan Kapal Pesiar merupakan kali kedua bersandar di Pelabuhan Palopo. Ia juga menyampaikan bahwa tiga kapal pesiar lainnya dijadwalkan akan menyusul untuk berlabuh di tempat yang sama dalam waktu mendatang.
Ia berharap momen ini menjadi peluang besar untuk mendorong sektor pariwisata di Kota Palopo.
“Kami berharap destinasi wisata di Palopo bisa lebih dikembangkan, agar para turis tidak hanya ke Toraja, tapi juga bisa menikmati keindahan dan kekayaan budaya yang ada di kota ini,” ujarnya.
Kehadiran kapal pesiar asing seperti ini dinilai sebagai peluang untuk mengenalkan Kota Palopo, ke wisatawan, sekaligus membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.





Tinggalkan Balasan