Kasus DBD di Palopo Tembus 78, Paling Banyak di Pajalesang
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palopo terus meningkat di tengah musim hujan. Hingga akhir Juni 2025, Dinas Kesehatan mencatat sudah ada 78 kasus yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Saat ini sudah ada 78 kasus DBD di Palopo,” kata Kepala Dinas Kesehatan Palopo, Irsan Nugraha saat dikonfirmasi, Kamis (26/6/2025).
Ia menyebut, kasus terbanyak berasal dari wilayah Kelurahan Pajalesang. Sementara itu, kasus terbaru juga terdeteksi di wilayah kerja Puskesmas Benteng.
“Kasus tertinggi ada di Kelurahan Pajalesang dan baru-baru ini juga ada kasus di wilayah Puskesmas Benteng,” ujarnya.
Irsan menjelaskan, musim hujan menjadi waktu yang rawan penyebaran penyakit DBD karena mendukung berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti di genangan air bersih.
“Musim hujan itu memang identik dengan beberapa penyakit, salah satunya DBD. Itu dikarenakan nyamuk berkembang biak di genangan air yang tidak terkontaminasi dengan tanah,” jelasnya.
Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan terus menggencarkan fogging di sejumlah titik yang terindikasi menjadi klaster penyebaran.
“Fogging ini merupakan upaya mempercepat pemutusan penularan penyakit demam berdarah. Karena fogging ini membunuh nyamuk dewasa sehingga bisa memutus perkembangbiakan,” tandasnya.
Ia mengimbau agar masyarakat rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menutup tempat penampungan air.





Tinggalkan Balasan