Polres Luwu Diduga Main Mata Soal Kasus Karyawan PT BMS Tewas Terjepit Mesin, Mahasiswa Akan Turun Aksi

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID-Kasus tewasnya karyawan PT BMS Luwu, Muh Iksan, belum pudar diingatkan keluarga almarhum.

Namun ironis, Polres Luwu yang dianggap mampu menegakkan hukum bagi masyarakat tertindas, sepertinya tutup mata.

Bukan hanya itu, Kasat Reskrim, Jhodi Dharma, juga bungkam terkait kasus yang telah merenggut nyawa warga Marobo, Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo.

Bahkan, berhembus kabar ditengah keluarga bertepatan dengan mengenang hari ke-100 kepergian almarhum, jika kasus tersebut dianggap keluarga ada permainan antara Polres Luwu dan PT BMS Luwu, alias telah diatur.

“Buktinya, sudah jalan tiga bulan, tidak ada kejelasan, Kasat pun tidak mau menanggapi. Berarti, kita boleh curiga to,” terang salah satu keluarga almarhum di Palopo, Jumat (20/06/2025).

Terkait akan digelar perkaranya kasus tersebut sampai detik ini belum ada kejelasan.

“Saya sudah komunikasikan dengan penyidiknya, kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan masih ada tambahan keterangan yang dibutuhkan. Mengenai gelar perkara, jadwalnya belum bisa kami pastikan,” kata Humas Polres Luwu, Yakobus kepada Indeksmedia, via WhastApp, Rabu (18/06/2025), dua hari lalu.

Soal kasus tersebut yang dianggap mandek di Polres Luwu, membuat organisasi mahasiswa Islam angkat suara.

Vidi, salah satu mahasiswa yang juga Kader HMI kepada wartawan telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga almarhum.

Dia bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya akan melakukan konsolidasi terkait kasus tersebut.

“Kami sangat menyayangkan adanya perlakuan hukum di Polres Luwu. Ini masalah nyawa, kok tidak ditangani secara profesional. Kami sudah intens komunikasi dengan keluarga almarhum, kita akan rapatkan barisan bersatu serta berjuang sampai menang,” tegas Vidi.

Sementara itu, Jhodi Dharma yang dihubungi berulang kali memilih tidak menjawab telepon yang masuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!