Program “Berlian Swadaya”, Kecamatan Waru Dorong Pengelolaan Sampah Menjadi Pupuk Organik
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan di Kota Palopo.
Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Menjadi Pupuk Organik dengan Metode Tong-Kat dalam program “Berlian Swadaya” yang dilaksanakan di Kelurahan Sabbamparu, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Kamis (01/10/2026).
Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Camat Wara Utara bekerja sama dengan Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik agar memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Sekretaris Daerah Kota Palopo, Staf Ahli, Staf BK-SDM Kemendagri, Dinas Pertanian dan PK, Lurah Sabbamparu, LPMK, TP PKK, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber serta praktik pengolahan sampah organik menjadi pupuk menggunakan metode Tong-Kat.
Metode Tong-Kat diperkenalkan sebagai salah satu alternatif sederhana dan mudah diterapkan masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Dengan metode tersebut, sampah yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang berguna untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan.
Keterlibatan PKK dan KWT menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena pengelolaan sampah berbasis rumah tangga membutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya dalam pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumber.
Camat Wara Utara dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, masyarakat, kelompok perempuan, serta organisasi masyarakat sipil dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari rumah tangga, mulai dari memilah, mengolah hingga memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Yayasan Bumi Sawerigading memberikan pendampingan teknis kepada peserta melalui kegiatan praktik pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada prinsip ekonomi dan ekologi, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Program “Berlian Swadaya” diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat yang mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat kelurahan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Kelurahan Sabbamparu diharapkan mampu menerapkan pengolahan sampah secara mandiri dan berkelanjutan serta mengembangkan hasil pengolahan sampah menjadi pupuk untuk mendukung kegiatan pertanian, penghijauan, dan pemanfaatan lahan pekarangan.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan Yayasan Bumi Sawerigading juga diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi bagian dari gerakan bersama menuju Kota Palopo yang bersih, sehat, produktif dan berkelanjutan.




Tinggalkan Balasan