Manajemen Konflik Ady Nuryadin Terkuak, Kalimat Sonding Hingga Media Terjebak 

ILUSTRASI

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Ady Nuryadin, namanya tidak asing ditelinga publik Luwu Raya. Cara kerja pria satu ini untuk mendapatkan keiinginan pejabat cukup unik.

Ya, pola yang dipakai adalah menciptakan Manajemen Konflik. Sayang, pola tersebut telah terkuak menyusul kisruh dugaan intimidasi dan pengancaman ke pihak Lapas Palopo, soal dugaan bandar narkoba dan peredaran HP di balik jeruji besi Lapas Palopo.

Kalimat, sonding dan memakai media sebagai jalan untuk menakut-nakuti para pejabat juga tak lepas dari pola kerja Ady Nuryadin.

“Anak ini (Ady Nuryadin), ketika pejabat yang dihubungi tidak merespon, dia cari orang yang dekat dengan pejabat atau instansi yang dituju. Selalunya, Ady Nuryadin meminta untuk disondingkan hingga muncul uang ngopi, rokok dan sebagainya. Anehnya, ketika keiinginannya sudah terpenuhi biasanya intimidasi dan penekanan kembali dilakukan dengan isu yang sama. Bahkan biasanya media yang memuat isu yang dilempar ikut dibodoh-bodohi tanpa melakukan kroscek dan fakta lapangan langsung saja diterbitkan begitu saja. Saya, salah satu orang yang pernah terjebak dengan ulah si Ady Nuryadin ini, hingga saya sendiri yang korban,” kata Bayu, menanggapi soal Ady Nuryadin, Selasa (01/09/2026).

Manajemen Konflik yang diciptakan Ady Nuryadin, Bayu kini telah terkuak, sehingga kasus seperti yang dialami Lapas Palopo, harusnya menjadi pelajaran bagi setiap pejabat yang ada di Palopo dan Luwu Raya pada umumnya. Sebab, proses mengelola dan mengatasi perselisihan atau ketidaksepakatan antara dua pihak atau lebih secara konstruktif agar tercapai solusi yang adil dan menguntungkan seperti yang diciptakan Ady Nuryadin, sudah harus menjadi pegangan bagi setiap instansi maupun pejabat publik.

“Banyak yang cari anak ini, anehnya ketika kita minta dia datang selalu putus disitu, bahkan HPnya yang kita hubungi biasanya tidak aktif. Jadi, disini kita bisa menarik kesimpulan bahwa tidak usah berurusan dengan anak ini,” bebernya.

Indeksmedia memeiliki sejumlah rekam jejak dan perjalanan Ady Nuryadin yang berurusan dengan sejumlah pejabat yang ada di Kota Palopo hingga Luwu Raya.

Hingga akhirnya Pimpinan Redaksi (Pimpred) Indeksmedia melaporkan kasus pencatutan nama intimisdasi Kalapas Palopo ke Polres Palopo.

Saat ini Polres Palopo melakukan rangkain penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta saksi-saksi yang menguatkan untuk menentukan status kasus tersebut ke level yang lebih tinggi.

“Kita masih melakukan penyelidikan dan beberapa barang bukti dugaan terkait pencatutan nama, hingga pemerasaan pejabat telah kami kantongi. Kami mohon kesabarannya dalam proses hukum ini kami pasti transparan,” tegas Kasat Reskrim Iptu Ridwan Parintak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!