Studi Kelayakan Jalan Lingkar Pesisir Belopa Disiapkan, Pemkab Luwu Anggarkan Rp500 Juta
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) berencana melakukan feasibility study atau studi kelayakan sekaligus kajian lingkungan untuk pembangunan jalan lingkar pesisir Belopa. Kajian ini disiapkan sebagai langkah awal untuk memastikan proyek tersebut layak secara teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Kepala Dinas PUTR Luwu, Ikhsan Asaad, mengatakan rencana tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan wilayah pesisir yang dinilai strategis serta upaya mendorong konektivitas antar kawasan. Ia menjelaskan, dalam studi kelayakan tersebut akan dilakukan sejumlah analisis mendalam, mulai dari aspek teknis hingga dampak sosial ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Selain itu, juga ada beberapa analisis yaitu analisis teknis atau evaluasi kondisi geografis, topografi, dan geologi daerah pesisir. Analisis ekonomi dan analisis sosial yang berdampak pada masyarakat lokal pesisir,” kata Ikhsan, Kamis (9/6/2026).
Lebih lanjut, Ikhsan mengungkapkan bahwa kajian lingkungan menjadi bagian penting dalam rencana pembangunan tersebut, mengingat kawasan pesisir memiliki ekosistem yang sensitif dan perlu dijaga keberlanjutannya.
“Dari segi kajian lingkungan, potensi jalan lingkar ini berdampak pada lingkungan pesisir seperti ekosistem, kualitas air dan udara, serta akan berdampak terhadap keanekaragaman hayati,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan menyiapkan langkah mitigasi guna meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul dari pembangunan tersebut.
“Sementara mitigasi dampak lingkungannya yaitu mengurangi dampak lingkungan seperti penggunaan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan limbah dan polusi, serta konservasi keanekaragaman hayati,” tambahnya.
Ikhsan menegaskan, seluruh tahapan kajian akan dilakukan secara komprehensif agar proyek jalan lingkar pesisir Belopa dapat memberikan manfaat maksimal tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
“Harapannya, hasil studi ini bisa menjadi dasar yang kuat dalam pengambilan kebijakan pembangunan ke depan, sehingga proyek ini benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” tandasnya.




Tinggalkan Balasan