Lama Rusak Parah, Jalan Poros Bukit Sutra Sudah Diusul Masuk Program Inpres
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Kondisi jalan poros di Dusun Belo, Desa Bukit Sutra, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, yang rusak parah dan dikeluhkan warga di media sosial, ternyata telah lebih dari 10 tahun tak kunjung diaspal.
Sekretaris Desa Bukit Sutra, Budiman, mengungkapkan bahwa berbagai upaya perbaikan sebenarnya telah dilakukan, seperti pengecoran atau rabat beton. Namun, kondisi jalan tersebut tidak bertahan lama.
“Yang di Belo itu sudah lama sekali, lebih dari 10 tahun. Pernah dilakukan pengecoran, tapi tidak bertahan lama,” ujar Budiman saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2024 sempat dilakukan pengaspalan sepanjang 750 meter di ruas jalan dari Desa Binturu menuju Bukit Sutra. Namun, hanya sekitar 100 meter yang masuk dalam wilayah Desa Bukit Sutra.
“Memang pernah diaspal, tapi dari total 750 meter itu, hanya sekitar 100 meter yang berada di wilayah desa kami,” jelasnya.
Menurutnya, pihak desa juga telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Bahkan, usulan tersebut sempat menjadi prioritas dalam pembahasan di tingkat Kecamatan Larompong.
Selain itu, aspirasi warga juga telah disampaikan kepada anggota DPRD Luwu dari Komisi I Fraksi NasDem, Basaruddin, yang disebut berkomitmen memperjuangkan pengaspalan jalan tersebut.
“Sudah masuk usulan prioritas di kecamatan. Kami juga pernah menyampaikan langsung ke anggota dewan, dan beliau berjanji akan memperjuangkannya,” ungkap Budiman.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Luwu, Ikhsan Assad, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan ke lokasi dan jalan tersebut kini telah diusulkan melalui program Inpres Jalan Daerah.
“Kalau jalan poros Desa Binturu–Bukit Sutra sudah diusulkan melalui Inpres Jalan Daerah,” ujarnya singkat.
Untuk diketahui, Program Inpres Jalan Daerah merupakan kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan di daerah menggunakan anggaran APBN, khususnya untuk ruas jalan dengan kondisi rusak berat dan memiliki nilai strategis bagi konektivitas wilayah.(*)




Tinggalkan Balasan