Karetan Kondusif, Polisi Sita Senjata Perang, Ada Bom Molotov

WALMAS,INDEKSMEDIA.ID – Situasi di Desa Bara Mamase dan Kaliba Mamase, Kecamatan Walenrang (Walmas) Kabupaten Luwu, pasca insiden tawuran beberapa hari lalu, kini kondisinya sudah berangsur aman dan kondusif.

Itu menyusul adanya klarifikasi dari pihak keluarga korban yang menegaskan tidak ada aksi balas dendam apalagi mobilisasi massa seperti isu yang beredar.

Terkait dengan kondusifnya dua desa, aparat kepolisian juga telah melakukan penyisiran dan berhasil menyita sejumlah senjata perang berbagai jenis (papporo, parang, busur hingga bom molotov).

“Iya, alat perang ini ada yang disita sebagian diserahkan ke petugas. Kami berharap, konflik ini selesai dan tidak ada lagi aksi saling serang. Karena, dua desa yang bertikai ini masih satu rumpun,” ucap Ahyar salah satu pemuda di Walmas, Selasa (08/04/2026).

Sementara itu, Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, yang dikonfirmasi membenarkan adanya sejumlah alat perang yang diamankan personel gabungan saat melakukan pembubaran tawuran.

“Semua alat perang ini kami amankan di Polsek untuk selanjutnya dimusnahkan,” tegas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, telah beredarnya isu menyesatkan soal adanya aksi balas dendam dari keluarga Ifwal korban meninggal dunia yang diduga akibat perang antara dua desa telah disanggah oleh perwakilan keluarga.

Melalui Andy Limpalo, yang diutus keluarga almarhum telah melakukan klarifikasi di Polsek Walenrang kemudian di buatkan video klarifikasi tersebut seperti yang beredar di media sosial saat ini.

“Tabe kami sampaikan untuk semua keluarga dan masyarakat agar jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas dan mari kita saling membantu untuk menjaga kondusifitas kampung, kita menjaga anak-anak kita dan adik-adik kita untuk bisa menahan diri serta tidak melakukan hal-hal yang merugikan,” kata Andy Limpalo

Jika ada isu yang menyebut keluarga korban dari Desa Lempe, Kecamatan Walenrang Barat, yang katanya ingin balas dendam, ataupun memobilisasi massa untuk aksi balas dendam, maka dengan tegas dia Andy Limpalo, menekankan bahwa isu tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak ada balas dendam, tidak ada pergerakan massa yang menimbulkan eskalasi konflik makin meluas. Jika ada isu tersebut, maka sekali lagi kami sampaikan bahwa itu bukan datang dari keluarga almarhum,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!