Keluarga Korban Tewas Perang di Walmas Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi
WALMAS,INDEKSMEDIA.ID – Beredarnya isu menyesatkan soal adanya aksi balas dendam dari keluarga Ifwal korban meninggal dunia yang diduga akibat perang antara dua desa (Bara Mamase dan Kaliba Mamase, (Walmas) Kabupaten Luwu, langsung ditepis oleh perwakilan keluarga.
Melalui urusan keluarga almarhum Ifwal, yakni Andy Limpalo, kemudian melakukan klarifikasi melalui video yang beredar di beranda Facebook, menepis adanya isu yang dianggap telah meresahkan masyarakat dan keluarga yang ada di dua desa.
Video yang sepertinya di rekam di Polsek Walenrang itu, Andy Limpalo, menyampaikan kepada seluruh masyarakat di Bara Mamase dan Kaliba Mamase untuk tidak terhasut oleh adanya provokasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Tabe kami sampaikan untuk semua keluarga dan masyarakat agar jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas dan mari kita saling membantu untuk menjaga kondusifitas kampung, kita menjaga anak-anak kita dan adik-adik kita untuk bisa menahan diri serta tidak melakukan hal-hal yang merugikan,” kata Andy Limpalo, melalui video berdurasi kurang lebih 3 menit di beranda akun Facebook milik Evi Nandja yang diunggah dua jam lalu, Selasa (07/04/2026).
Jika ada isu yang menyebut keluarga korban dari Desa Lempe, Kecamatan Walenrang Barat, yang katanya ingin balas dendam, ataupun memobilisasi massa untuk aksi balas dendam, maka dengan tegas dia Andy Limpalo, menekankan bahwa isu tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Tidak ada balas dendam, tidak ada pergerakan massa yang menimbulkan eskalasi konflik makin meluas. Jika ada isu tersebut, maka sekali lagi kami sampaikan bahwa itu bukan datang dari keluarga almarhum,” terang Andy Limpalo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Kapolsek Walenrang. Handphone Kapolsek AKP Abdul Aziz yang dihubungi handponenya tidak aktif.
Sebelumnya, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu, (04/04/2026), di wilayah Karetan, tepatnya di jembatan penghubung antara Desa Kaliba Mamase dan Desa Bara Mamase (Karetan).
Bentrokan yang melibatkan dua kelompok pemuda itu berlangsung sengit dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi sempat terganggu karena sejumlah pengendara memilih berhenti atau memutar arah demi menghindari lokasi bentrokan.
Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya bentrok tersebut. Namun, peristiwa ini kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian guna mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat.




Tinggalkan Balasan